RADAR JOGJA – Jabatan kepala Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul telah terisi Jumat (7/6). Saryadi menjabat sebagai Kadis Pariwisata, sedangkan Yanatun Yunadiana pada Kadis Kebudayaan.
Namun penunjukan dua kadis baru ini, tidak diketahui oleh Wakil Bupati Joko Purnomo. Sebab menurutnya, pada saat rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), tidak ada koordinasi untuk lelang jabatan pimpinan tinggi (JPT) yang masih diisi oleh Plt.
Dia menuturkan, kala itu akan diisi Plt hingga proses Pilkada Bantul 2024 selesai. Hal itu agar tidak menimbulkan praduga-praduga di tengah masyarakat. "Justru saya tahu ada JPT pratama itu dari teman-teman yang mengikuti tes dan ngabarin saya kalau lolos," ujarnya.
Meski demikian, Joko enggan berspekulasi lebih jauh. Karena semua kewenangannya ada di Baperjakat.
Pelantikan dua kepala dinas itu langsung dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Halim menyebut, pelantikan menjelang Pilkada Bantul 2024 itu dilakukan usai mendapatkan izin. "Saudara berdua saya lantik untuk mengisi kekosongan kadisbud dan kadispar," paparnya.
Menurutnya, kedua instansi tersebut merupakan dinas strategis di Bantul. Karena dalam pengembangan kebudayaan DIY, Bantul memiliki peranan penting. Selain itu, pariwisata yang berbasis budaya merupakan hal yang selalu ditekankan Gubernur DIY Hamengku Buwono X. "Pariwisata berbasis kebudayaan merupakan pola pengembangan kepariwsataan di DIY," sebut Halim.
Kepala BKPSDM Bantul Isa Budi Hartomo juga mengungkapkan, pelantikan yang dilakukan sudah mendapatkan izin dari Kemendagri dan gubernur DIY. Menurutnya, izin tersebut sudah diproses sejak April hingga akhirnya terbit. Penerbitan izin tersebut tentunya menjadi dasar proses pelantikan dapat dilakukan meski menjelang Pilkada Bantul 2024.
Sedangkan untuk proses lelang jabatannya sudah dilakukan sejak Februari lalu. Sudah melalui tahapan beberapa bulan sehingga dinilai tidak dadakan dalam pelantikan sosok yang terpilih dalam lelang. (rul/eno)