Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bekas Tambang Pasir di Tepi Sungai Progo Ini Diubah Jadi Lahan Pertanian Padi Produktif, Seperti Apa?

Khairul Ma'arif • Rabu, 5 Juni 2024 | 23:13 WIB
Petani sedang menanam padi di  lahan pasir wedi kengser di tepi Sungai Progo, Srandakan, Bantul.
Petani sedang menanam padi di lahan pasir wedi kengser di tepi Sungai Progo, Srandakan, Bantul.

BANTUL – Bekas tambang pasir seluas 7,2 hektar di Padukuhan Ngentak, Srandakan, Bantul disulap menjadi lahan produktif pertanian padi.

Bekas tambang pasir yang sebelumnya terbengkalai, sekarang memiliki kebermanfaatan bagi warga sekitar.

Upaya tersebut dilakukan Polri melalui jajarannya yakni Polres Bantul sebagai upaya menjaga ketahanan pangan pada masyarakat.


Tidak hanya itu tentunya keberadaannya juga menunjang perekonomian warga sekitar dengan menjual hasil pertanian yang didapati.

Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta mengatakan, kegiatan tersebut merupakan MoU atau kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan Polri.

Menurutnya, dalam mendukung ketahanan pangan, Polri membantu membukakan lahan yang kurang produktif.


Sebelum ditentukan lahan di tepi Sungai Progo menjadi lahan produktif pertanian padi sudah dilakukan pengecekan terlebih dahulu.

Hal itu dilakukan sebagai upaya agar mengetahui produktivitas lahan tersebut.

"Pengecekan dulu subur atau tidak, karena tidak semua lahan wedi kengser itu subur. Kebetulan ada 7,2 hektar yang subur," katanya, Rabu (5/6/2024).


Diharapkannya keberadaan lahan yang dipergunakan sebagai lahan pertanian padi dapat menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bantul agar tetap terjaga.

Pembukaan lahan bekas tambang pasir itu tentunya menambah jumlah lahan pertanian yang sudah ada di Bantul sehingga berdampak pada produktivitas beras.

Baca Juga: Calvin Verdonk Dipastikan Tidak Akan Memperkuat Timnas Indonesia Kontra Irak, Namun Bisa Debut Saat Melawan Filipina


Michael mengaku, dari program Polri mengenai ketahanan pangan akan ada 25 hektar lahan di Bantul disulap menjadi pertanian padi yang produktif.

Penggarapannya akan dilakukan secara bertahap dan sekarang baru mencapai 7,2 hektar.

“Ada lagi 18 hektar yang masih di Srandakan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Pertanian Pandan Asih 1 Ngentak Tujiman membenarkan, kalau dulunya lahan 7,2 hektar itu merupakan bekas tambang pasir.

Dia mengaku, terima kasih dengan Polri karena sudah membantu pemerataan selama 20 hari lahan tersebut sehingga menjadi produktif pertanian padi.

Tidak hanya itu, para petani juga mendapat bantuan pupuk apalagi kalau dihitung secara materil pemerataan yang dilakukan Polri sudah dipastikannya menghabiskan banyak dana.

Menanggapi hal itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi langkah Polres Bantul meningkatkan produktivitas di lahan wedi kengser.

Menurutnya, lahan tidak produktif di tepi Sungai Progo di wilayah pesisir selatan Bantul tersebut akan ditanami padi varietas Inpari 32.

"Padi varietas Inpari 32 itu diproyeksikan mempunyai produktivitas panen rata-rata sebesar 8,8 ton gabah kering panen per hektar. Ini pasti akan mendukung kesejahteraan petani terutama di wilayah Ngentak Poncosari," katanya. (rul)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Tambang Pasir #Tepi #produktif #beras #bekas #bekas tambang #Polres Bantu #Abdul Halim Muslih #lahan pertanian #diubah #padi #polri #bupati bantul #Petani #perekonomian #sungai progo #ketahanan pangan