BANTUL – Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul membuat program lima ribu jugangan di wilayahnya.
Itu sebagai respon terhadap kemandirian dalam pengelolaan sampah secara desentralisasi bahkan sampai di tingkat kalurahan.
Jumlah lima ribu jugangan merupakan peningkatan dari program sebelumnya yang hanya empat ribu jugangan.
Lurah Caturharjo Wasdiyanto menjelaskan, program lima ribu jugangan di Kalurahan Caturharjo ini tercantum dalam surat keputusan atau SK Lurah.
Program jugangan digalakkan di masing-masing RT yang totalnya mencapai 77 RT.
Program jugangan didanai dari kalurahan.
"Setiap tahun programnya bergulir dan ini sudah masuk dalam tahun ketiga," terang Wasdiyanto, Rabu (5/6/2024).
Dia membeberkan, saat ini baru ada dua ribuan jugangan yang telah berjalan di wilayahnya.
Program jugangan ini difokuskan pada sampah organik.
“Sampah organik sudah selesai di jugangan. Sedangkan sampah non organik yang laku dijual dikelola BUMKal (Badan Usaha Milik Kalurahan, Red) yang setiap padukuhannya sudah ada rumah kumpul sampah," beber dia.
Sementara untuk sampah residu diselesaikan di Padukuhan Kuroboyo yang memiliki alat untuk pengolahannya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, di Kalurahan Caturharjo memiliki 14 padukuhan dengan total kartu keluarga (KK) sekitar lima ribu.
Sehingga estimasinya, lanjut Halim, masing-masing KK memiliki satu hingga dua jugangan untuk mengelola sampah organik.
Dengan begitu dijharapkan target lima ribu jugangan bisa terpenuhi.
Menurutnya, Caturharjo merupakan kalurahan pertama di Bumi Projotamansari yang menggalakan pembuatan jugangan.
“Diharapkan dengan lima ribu jugangan di Caturharjo sampah organik selesai, kami tahu sampah organik itu proporsinya 70 persen,” katanya disela kegiatan launcing gerakan Lima ribu jugangan di Caturharjo, Pandak, Bantul, Rabu (5/6/2024).
Sedangkan 30 persen sisanya adalah sampah non organik yang akan dilakukan pemilahan melalui alat conveyor yang nantinya membawa nilai ekonomi, jika sampah yang disetor sangat banyak.
Dengan begitu, Politikus PKB itu optimis, persoalan sampah di Bantul dapat selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Halim menuturkan, Kalurahan Caturharjo dapat secara mandiri mengolah sampahnya dan diharapkan ditiru di banyak kalurahan lainnya.
Meski disadarinya, untuk kalurahan-kalurahan di daerah sub-urban seperti Banguntapan, Sewon, dan Kasihan itu sulit terealisasi.
“Akan kesulitan mencapai kemandirian karena tidak punya lahan, maka itu akan dibantu Pemkab Bantul dikelola di TPST,” tegasnya.
(rul).