RADAR JOGJA - Pemilik penjualan kambing kurban Adi Karnadi menyediakan sales promotion girl (SPG). Dua di antara SPG yang membantu pemasarannya adalah Rindy Antika dan Riris Arizta. Bekerja sebagai SPG kambing merupakan pengalaman pertama bagi keduanya.
Rindy menceritakan, dalam bekerja menjadi SPG kambing mengutamakan senyum. Itu karena untuk memberi kesan kepada konsumen sehingga lebih nyaman dalam tawar-menawar.
"Baru pertama kali ini ikut menjadi SPG hewan. Jadi ya pengalamannya menarik karena biasanyakan barang atau benda mati," bebernya, Rabu (29/5/2024).
Baca Juga: Unik! Penjual Hewan Kurban di Bantul Pakai Jasa SPG yang Berpakaian Islami, Begini Penampakannya..
Kali pertamanya menjadi SPG kambing tentu membuatnya membutuhkan adaptasi. Menurutnya, dalam proses adaptasi sedikit memiliki rasa takut. Lantas karena terbiasa akhirnya lambat laun ketakutan itu sirna karena terbiasa.
Rindy dapat bertahan menjadi SPG kambing karena memiliki kesenangan pada hewan meski bukan kambing. Selain itu, seringnya dia menjadi SPG dengan pakaian yang cukup seksi. Di tempat Adi, Rindy mengenakan busana muslim dalam menjadi SPG untuk menawarkan produk kambing yang dijualnya.
"Busana tidak mempengaruhi dalam saya merawat hewan jadi tidak ada kesulitan," ucapnya. Semua kesulitan itu lenyap karena pendapatan yang diperolehnya cukup lumayan menjadi SPG kambing. Saat ditanyai lebih lanjut terkait pendapatannya Rindy enggan membeberkan penghasilannya.
Baca Juga: Nama Akun Warga Kebumen @fumio_prasetya Ditempel di Motor Moto GP Marc Marquez, Ini Alasannya
Kebiasaannya menjadi SPG produk barang-barang menjadi SPG kambing tidak ada paksaan. Itu lantaran tertarik menjadi SPG kambing karena tawaran pembayarannya yang dianggap cukup lumayan.
Sementara itu, SPG kambing lainnya Riris sebaliknya tidak senang dengan hewan. Oleh karena itu, pengalaman pertamanya ini menjadi sulit untuk beradaptasi. "Agak beda ya biasanya ngelayanin pembeli ingin beli motor atau mobil kali ini beli kambing berbeda pastinya tetapi unik juga karna pengalaman pertama juga menjual hewan kurban," ungkapnya.
Menurutnya, mayoritas konsumen yang datang sudah berniat ingin membeli hewan kurban. Kedatangan pembeli umumnya langsung mengecek dan memilih kambing yang sesuai keinginannya. Riris menuturkan, tugasnya sebagai SPG membantu menawarkan ketika ada yang hendak beli.
Baca Juga: Wasit Tarkam di Semarang Dikeroyok, Pemain Liga 1 dan Mantan Pemain Tim Nasional Dilaporkan ke Polisi
Senada dengan Rindy, tidak ada kesulitan atau paksaan. Malah sebaliknya tertarik karena tawaran fee yang menggiurkan. "Saya tertarik karena feenya lebih tinggi. Bayarannya perhari," tuturnya.
Namun, dia juga enggan mengungkapkan nilai bayarannya yang diperoleh dalam sehari menjadi SPG hewan kurban. Menjadi SPG kambing hanya selingan ketika dipanggil owner-nya yakni Adi. Kalau tidak ada panggilan dia menjadi SPG di tempat lainnya.
Pemilik penjualan hewan kurban Adi Kurnadi mengungkapkan, fee yang diterima SPG melalui sistem pembagian hasil. Itu terkait dengan hasil penjualan yang didapatkan kambing yang laku terbeli. Rata-rata pembagian hasil yang diberikan ke SPGnya Rp 50 ribu dari satu kambing yang terjual.
Baca Juga: Pabrik Penyulingan di Playen Gunungkidul Terbakar, Kerugian Diperkirakan Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Menurutnya, para SPG itu memang tidak sepenuhnya bekerja di tempatnya. Pekerjaan lainnya seperti Rindya dan Riris juga menjadi SPG rokok, penyanyi dan lainnya. Ketika jadwalnya senggang tidak bentrok dengan agenda lain pasti SPG tersebut ditarik ke kandang kambing Adi.
"Tiap hari ada yang jadi SPG tetapi kalau semuanya sibuk ya tanpa SPG dulu," bebernya. Adi mengaku, ide menghadirkan SPG untuk penjualan kambingnya dari pengamatannya di pusat perbelanjaan atau mal. Sejumlah mal yang didatanginya beberapa ada SPG yang memasarkan produk-produk elektronik.
Dari situlah menjadi inspirasinya untuk menggunakan jasa SPG dalam menjual kambingnya. Ketika pertama kali mencuat, SPG membantunya sempat menimbulkan pro dan kontra. Itu karena busana yang digunakan SPG dinilai tidak Islami padahal menjual hewan kurban.
Baca Juga: Terungkap! Ibu Kandung yang Buat Video Asusila dengan Anak Kandungnya Ternyata Tergiur dengan Uang Rp 15 Juta dan Dapat Ancaman Ini..
Menurut Adi, dari situlah menjadi pembelajaran hidupnya lantas menerima masukan dari ustaz dan banyak kalangan lainnya. "Sehingga penawaran dari SPG itu lebih syar'i pakaiannya itu sangat positif," katanya, Rabu (29/5/2024). Menurutnya, tanpa pikir panjang masukan baik itu langsung disambut baiknya sehingga mengubah pakaian SPGnya menjadi lebih Islami dan menutup aurat.
Penampilannya sudah sangat diubah total sehingga mengundang respon positif dari kalangan masyarakat luas. Sudah sekitar sepekan yang lalu SPG di tempat Adi berbusana muslim tidak seksi. Kehadiran SPG membuat penjualan kambingnya tidak pernah menurun.
Baca Juga: Dinilai Sulitkan IKM, API DIY Minta Pemerintah Revisi Permendag tentang Kebijakan Impor
Menurutnya, tren penjualannya selalu naik dan hingga sekarang sudah 210an ekor kambing laku terjual. Pria 31 tahun itu mengaku, bahkan sampai kewalahan menerima pesanan. Itu karena terkadang pesanannya sampai lima-10 ekor untuk pembelian kambing harga Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.
"Iya memang dampaknya dan viralnya dari SPG sama dari yang di Atas," imbuhnya. Adi mengatakan, baru periode Idul Adha 2024 ini menggunakan jasa SPG. Itu karena baru satu tahun terakhir ini mulai menjual kambing untuk hewan kurban. (rul).