RADAR JOGJA - Peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni dirayakan remaja masjid dan pemuda Katolik bersama masyarakat Dusun Kanutan, Padukuhan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul.
Dengan menggelar merti wayang beber Pancasila Sabtu (1/6).
Dimulai dengan lomba mewarnai wayang beber khusus anak-anak. Dilanjutkan dengan ritual wayang beber. Setelah itu kirab keliling desa dengan wayang beber Pancasila.
Kepala Museum Wayang Beber Sekartaji Indra Suroingeno menjelaskan, gelaran merti wayang beber Pancasila tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.
Sebab pada gelaran kali ini para masyarakat bisa menyatukan perbedaan antara anak muda dari komunitas Katolik dan remaja masjid. Dilebur menjadi remaja Bhinneka.
"Yang fundamental lagi kami meresmikan kampung ini menjadi pusat pelestarian Bhinneka Tunggal Ika yakni kampung Pancasila," jelas Indra.
Menurut Indra bertepatan dengan hari lahir Pancasila ini, Museum Wayang Beber Sekartaji bersama masyarakat sepakat untuk mewujudkan warisan budaya tak benda (WBTb).
Berupa merti wayang beber Pancasila yang sudah menjadi agenda rutin tahunan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang juga hadir menambahkan,Dusun Kanutan, Padukuhan Sumbermulyo ini memiliki satu sistem sosial yang sangat mendukung untuk dibuat suatu living culture dan living museum.
Disebutnya sebagai Kampung Pancasilanya Bantul.
"Karena warganya ini memiliki budaya toleransi yang kuat, memiliki apresiasi terhadap budaya sendiri," cetusnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo