Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usulkan Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional, Konsorsium Nusantaram Eva Raksamahe Upaya Tarik Manuskrip dari London

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 31 Mei 2024 | 03:05 WIB

Diskusi Konsorsium Nusantaram Eva Raksamahe yang mengusulkan HB II menyandang gelar Pahlawan Nasional dan mengupayakan pengembalian manuskrip yang berada di luar negeri.
Diskusi Konsorsium Nusantaram Eva Raksamahe yang mengusulkan HB II menyandang gelar Pahlawan Nasional dan mengupayakan pengembalian manuskrip yang berada di luar negeri.


RADAR JOGJA - Trah keturunan Hamengkubuwono II (HB II) melakukan pertemuan dengan para akademisi dan aktivis kebudayaan yang tergabung dalam Konsorsium Nusantaram Eva Raksamahe di Kompleks Panggung Krapyak, Kamis (30/5).

Pertemuan tersebut membahas rencana pengusulan Sultan Hamengku Buwono II (HB II) menjadi pahlawan nasional dan upaya penarikan manuskrip yang masih berada di London, Inggris.


Perwakilan keluarga HB II dari trah Mangkudiningrat, Anantha menyampaikan pihak keluarga sangat mengharapkan gelar pahlawan nasional bisa disandang HB II. Hal itu dinilai dari banyaknya jasa HB II dalam berbagai bidang seperti Bangunan Benteng Baluwarti, Pesanggrahan Rejawinangun, Cendanasari, dan Gua Siluman.

Belum lagi manuskrip lain yang tersimpan di Keraton Jogja."Apabila dicari kembali melalui naskah-naskah lama, saya yakin akan banyak ditemukan lagi arsip-arsip tentang HB II," ujarnya.


Kelompok tersebut akan mengumpulkan kembali arsip-arsip tetang HB II. Arsip tersebut rencananya akan dikumpulkan menjadi satu untuk dibawa ke London sebagai modal untuk menarik kembali arsip atau peniggalan HB II yang ada di luar negeri.


Yayasan Kapuk Salamba Arga dan sekaligus filolog, Romo Manu menambahkan pihaknya juga telah mengumpulkan manuskrip dari punjangga-pujangga yang membicarakan tentang HB II. Harapannya semangat repatriasi naskah-naskah ke Indonesia dapat terus dilakukan oleh konsorsium tersebut. Dalam proses penelitian pencarian manuskrip HB II, ia mengalami kendala dikarenakan masih minim pembelajarnya.

Selain itu, banyaknya perbedaan bahasa yang digunakan di setiap manuskrip di berbagai daerah."Konsorsium ini juga berupaya untuk menciptakan pembelajar khususnya manuskrip peninggalan HB II," ujarnya.


Kepala Desa Pager Reja, Wonosobo, Nurwadi mengatakan di desanya masih terdapat juga peninggalan HB II yang masih bisa dilihat. Desa Pager Reja merupakan tempat kelahiran HB II dengan nama kecil Raden Mas (RM) Sundoro. RM Sundoro lahir 7 Maret 1750 dari permaisuri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono I."Di sana masih ada batu penutup ari-ari dari HB II," ucapnya.


Selain itu, di Desa tersebut juga terdapat upacara adat yaitu Tenongan Laku Sikramat atau Tenongan Nyadran yang masih rutin dilestarikan. Upacara tersebut dilaksanakan setiap Jumat Kliwon 70 hari sekali di Dusun Pagerotan, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah.“Acara ini adalah tradisi di Desa Pagerejo lestarikan dari tokoh HB II yang lahirnya di Pagerotan hingga usia sekitar 6 tahun," tuturnya.


Peneliti sekaligus Rektor dari Universitas Lancang Kuning Riau (Unilak) Profesor Junaidi mengatakan HB II sangat layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Hal tersebut berdasarkan hasil diskusi dengan para akademisi dan budayawan."Terlebih dari manuskrip-manuskrip yang saya pelajari menguatkan HB II dijadikan pahlawan nasional," ujarnya.


Junaidi akan mengusahakan agar naskah yang ada di luar negeri di Eropa bisa dipulangkan kembali dengan strategi yang jitu. Hal itu diperlukan persiapan karena persoalan antar negara. Persiapan tempat pun juga akan segera dipersiapkan agar naskah yang kembali bisa tersimpan dengan baik di Indonesia.

"Tujuanya agar naskah tersebut bisa di akses dan dipelajari generasi muda," jelasnya. (oso/din)

 

Editor : Satria Pradika
#unilak #pahlawan nasional #Hamengkubuwono II #london #Panggung Krapyak #Sultan HB II