Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Motor Hasil Membegal Digunakan untuk Antar Anak Sekolah, Beraksi Pakai Pistol Mainan

Khairul Ma'arif • Kamis, 30 Mei 2024 | 20:48 WIB
Tersangka begal motor digiring polisi. (Khairul Ma
Tersangka begal motor digiring polisi. (Khairul Ma

BANTUL - Agus Priyono pembegal yang memakai pistol mainan untuk menakut-nakuti korbannya di Cangkring, Poncosari, Srandakan, Bantul ternyata tidak hanya sekali beraksi. Pistol yang dibawanya ternyata juga bukan senjata api (Senpi) hanya sekadar mainan anak-anak. Motor hasil pembegalan tidak dijual, tetapi digunakan untuk kendaraan sehari-hari bahkan untuk mengantarkan anaknya sekolah. 

Korban di Cangkring, Poncosari perempuan Ranti Dias Prawesti yang motornya digondol Agus. Kasi Humas Polres Bantul I Nengah Jeffry mengatakan, dari hasil pengembangan, Agus juga melakukan hal yang serupa pada 8 April 2024 silam sekira pukul 22.45 WIB di Kapanewon Pandak. "Pelaku menghadang korban sama dengan pistol yang akhirnya Agus membawa motor korban," bebernya, Kamis (30/5/2024). 

Ketika beraksi di Pandak Agus ditemani rekannya yang memboncenginya pria inisial YA. Sedangkan di Cangkring Agus diantar istri sirihnya yang tidak mengetahui suaminya itu melakukan pembegalan motor. Istri sirih Agus masih berstatus saksi sedangkan YA yang menemaninya di Pandak juga sudah berstatus tersangka. 

Jefrry mengungkapkan, dari penuturan Agus pistol mainan yang dibawanya dibuang ke Sungai Progo. Sekarang polisi masih melakukan pencarian terhadap barang bukti tersebut. "Keterangannya pistol mainan," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolsek Srandakan Slamet Subiyantoro menambahkan, Agus beraksi di wilayahnya pada Senin (20/5/2024). Lantas hanya berselang tiga hari Agus dapat dibekuk dan menyusul YA juga turut diringkus. Dalam prosesnya beraksi di Srandakan Agus mengancam Ranti akan menembaknya kalau macam-macam. 

Korban yang ketakutan akhirnya motornya digasak Agus. "Motornya yang di Sarandakan dipakai antar jemput anaknya sekolah jadi tidak dijual," tuturnya. Itu karena tersangka pada dasarnya memang ingin memiliki motor. 

Pekerjaan sehari-hari Agus sebagai karyawan swasta. Sedangkan yang mengantar anaknya ke sekolah seringnya oleh istri sirinya. Ketika ditampilka ke hadapan awak media Agus dan YA hanya tertunduk saja. 

Baca Juga: Teryata Ini Dia Efek Jika Tidak Menggunakan Sunscreen Sama sekali

Agus memberikan sepatah dua patah kata kepada awak media. Dia pun menyampaikan sumber pistol yang dijadikan modalnya melakukan pembegalan didapatkannya dari mana. "Pistol mainan dari plastik dapat dari pasar malam harganya Rp 27,5 ribu," tuturnya. 

Agus pun mengakui memang sengaja bermodalkan pistol mainan dalam membegal. Tujuannya agar korbannya ketakutan dan agar tidak teriak. Dia pun membenarkan melakukan begal motor karena tidak memiliki kendaraan untuk antar jemput anaknya sekolah. 

Baik pembegalan di Pandak ataupun Srandakan motor hasil curiannya tidak dijual untuk digunakan sendiri. Agus mengajak YA dalam membegal karena kalau sendirian tidak bisa beraksi. "Istri sirih saya tidak tau pas di Srandakan mau begal motor," ungkapnya. 

Itu karena hendak pulang ke rumahnya sedangkan istri sirihnya menjemput anaknya sekolah. Oleh karena itu, dia taunya Agus hanya melakukan pertolongan terhadap korbannya. (rul)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kabupaten bantul #pistol mainan #begal motor