RADAR JOGJA – Sebanyak dua jugangan di tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Bantul telah penuh. Padahal TPSS Gadingsari belum genap satu bulan beroperasi. Mengingat baru difungsikan sejak 1 Mei lalu.
"Sudah ada yang penuh kalau tidak (salah, Red) dua (jugangan, Red). Sekarang sudah ditimbun," ujar Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono Jumat (24/5).
Meski demikian, TPSS Gadingsari tetap diandalkan dengan membuat jugangan baru di sisi utara. Setidaknya kurang lebih 60 truk masuk untuk membuang sampah ke lokasi tersebut.
Sementara itu, dia tidak mengetahui secara pasti ada berapa jugangan yang nantinya akan dibuat. Sebab akan menyesuaikan lahan yang masih memungkinkan untuk menampung sampah atau tidak.
Namun dari pengecekannya sepekan lalu, TPSS Gadingsari masih sangat mungkin untuk beroperasi. "Tetapi maaf kalau kondisi sekarang, saya belum cek lagi," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Dukuh Wonoroto Saifudin menyebut, operasional TPSS Gadingsari masih berjalan normal. Namun saat disinggung terkait jugangan, Saifudin tidak mengetahui kondisi jugangan yang sudah penuh.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi menambahkan, TPSS Gadingsari diharapkan dapat secara sementara mengatasi pembuangan sampah di Bantul. Menurutnya, lokasi tersebut tidak dapat menampung sampah dalam waktu lama. "Mungkin tidak sampai bulan Juli (operasionalnya, Red)," tuturnya.
Setiap harinya, TPSS Gadingsari menerima sampah sebanyak 88 ton. "Juni bisa jadi sudah tutup di situ (saat sampah bertambah, Red)," lontarnya.
Menurutnya, sudah ada pilihan lokasi baru untuk TPSS. Namun Bambang belum bisa menyampaikan. Sementara waktu, sampah yang dikelola DLH Bantul masih akan dibuang ke TPSS Gadingsari. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika