BANTUL- Menjadi abdi negara mengharuskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tampil fight. Apalagi, menduduki jabatan strategis di pemerintahan yang penuh lika-liku. Perlu refreshing.
Berbeda dengan kebanyakan orang, cara menyegarkan jiwa raga Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto tidak harus keluar rumah.
"Saya refreshing tidak perlu mahal-mahal, cukup sederhana. Menikmati keris, menikmati tombak," kata Nugroho Eko Setyanto pada Jumat (24/5/2024).
Terlebih, dunia telah mengakui keris Indonesia sebagai warisan budaya.
Dibuktikan adanya pengukuhan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) terhadap keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa dunia di 2005.
"Ini cara saya melakukan pelestarian dan memelihara kelangsungan keris," ujarnya.
Selain itu, dirinya kagum dengan karya nenek moyang karena mampu mencampurkan besi dari berbagai unsur. Teknik metalurgi dan estetikanya sangat dia kagumi.
"Memandikan keris dan tombak biasanya di bulan Syuro," jelasnya.
Menikmati keris dan tombak dijadikan Nugroho sebagai hobi. Di antara puluhan keris yang dimiliki, di antaranya sengaja disimpan dan tidak dipajang.
"Nah, yang disimpan itu bersama dengan keluarga dibuka dan menikmati keindahannya, estetikanya dan seninya, sambil mengoleskan minyak," ucapnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin