BANTUL - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024-2024 di Madrasah Aliyah Darul Mushlihin Bantul (Madamusba) terbuka bagi siswa berkewarganegaraan asing atau WNA. Sejauh ini sudah ada enam siswa melakukan proses pendaftaran.
Waka Kesiswaan Madamusba, Jefri Ajiz Setiawan mengatakan pendaftaran siswa WNA dibuka untuk umum. Syarat utamanya, calon peserta didik telah
terdaftar di Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada tahun ini dan tahun sebelumnya.
"Pendaftaran dibuka untuk umum, tapi dikhususkan untuk yang imigran," kata Jefri Ajiz Setiawan pada Selasa (21/5/2024).
Dia menjelaskan, penerimaan siswa asing merupakan realisasi program beasiswa Generasi Maju Cinta Tanah Air (GEMA CITA).
“Nanti anak-anak dari para pekerja dan imigran Indonesia yang saat ini di Malaysia diberikan kesempatan belajar agar mendapat layanan pendidikan dengan baik," ujarnya.
Lebih rinci dia menyebut, program tersebut memberikan fasilitas pelayanan program Pendidikan bagi anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia (Serawak dan Sabah).
"Melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan MA di berbagai sekolah di Indonesia," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, beasiswa telah dimulai dari Januari dengan rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan mulai dari sosialisasi, pendaftaran, dan seleksi.
"Sudah ada enam calon pendaftar. Nanti mereka difasilitasi tempat tinggal di lingkungan sekolah. Di sini juga ada pondoknya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana program beasiswa GEMA CITA Aksar menyampaikan tentang alur dan proses pendaftaran program beasiswa.
“Setiap sekolah memiliki persyaratan yang berbeda-beda (PPDB), sedang kami koordinasikan," kata Askar.
Supaya tidak ada kendala selama menjalani semua tahapan, telah sepakati koordinasi forum bersama. Pihaknya juga akan selalu berkomunikasi secara intens ke depannya sampai program beasiswa benar-benar berhasil dan siswa masuk di sekolah tujuan.
"Semoga terobosan ini bisa menjadi langkah kecil kita bersama untuk mewujudkan pelayanan pendidkan yang berkualitas bagi anak-anak bangsa,” ujarnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin