RADAR JOGJA - Momen Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah kurang lebih sekitar satu bulan lagi. Geliat penjualan sapi di Bantul mulai meningkat dibanding sebelumnya. Itu karena pemesanan sapi untuk merayakan Idul Adha dijadikan sebagai hewan kurban.
Misalnya saja di Trisna Farm, Sanden, Bantul yang sudah menjual sapi sejak 1970. Owner Trisna Farm Budi Santosa mengatakan, pemesanan sapi di tempatnya sudah meningkat sejak dua pekan pasca-Idul Fitri 1445 Hijriah. Khususnya untuk Idul Adha sudah ada pemesan dari berbagai masjid di DIY.
"Dari takmir-takmir masjid sekitar 110-120 ekor sapi sudah laku tapi masih di sini karena antarnya jelang mendekati Idul Adha," katanya Minggu (19/5/2024).
Jumlah tersebut sudah jelas meningkat dibanding hari-hari biasa saja. Menurutnya, itu didasarkan ketika hari biasa sebulan hanya 30-40 ekor sapi yang terjual. Namun kini, sudah ada ratusan ekor sapi terjual jelang Idul Adha. Bahkan, pembeli yang sudah memesan ada yang belum mendapatkan stok sapi.
Menurutnya, ada perbedaan kecenderungan antara konsumen jelang Idul Adha dengan hari-hari biasa. Ketika hari-hari biasa terkadang pembelinya bertujuan untuk diternak lagi ataupun dijagal untuk dimanfaatkan dagingnya. Oleh karena itu, sekarang stoknya rata-rata sapi pejantan sedangkan hari biasa kadang ada yang betina juga. "Kami kulakannya ada yang dari sapi Madura," ucap Budi.
Budi mengungkapkan, peternakannya sudah mengalami pengecekan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. Seluruh sapi di Trisna Farm dicek kesehatannya dan juga diberikan vaksin PMK.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menambahkan, menyiapkan 120 petugas untuk memeriksa hewan kurban di 400 titik penjualan hewan. Tujuannya memastikan hawan kurban terhindar dari penyakit dan layak konsumsi.
"Kami mengimbau kepada pedagang utamanya pedagang sapi untuk tidak mendatangkan sapi dari daerah endemik antraks," tuturnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita