RADAR JOGJA - Permasalahan sampah di wilayah DIY tak kunjung menemukan titik selesai. Selain tempat pengolahan dan pembuangan sampah yang terbatas, masalah sampah diperparah oleh masyarakat. Yang kerap membuang sampah rumah tangganya di sembarang tempat. Tak terkecuali di sepanjang ring road selatan, tepatnya di Padukuhan Sokowaten, Tamanan, Banguntapan Bantul.
Dari pantauan Radar Jogja dua hari terakhir, sampah berserakan dari arah barat ke timur sepanjang 20 meter. Meskipun sudah ada banner panjang dengan narasi sampah adalah tanggung jawab masing-masing, tapi tidak dihiraukan. Mayoritas sampah sudah terbungkus plastik. Beberapa di antaranya memakan badan jalan.
Camat Banguntapan I Nyoman Gunarsa menyebut, lokasi tersebut memang menjadi langganan masyarakat yang tidak beranggung jawab untuk membuang sampah. “Hampir satu tahun. Dengan adanya penutupan di Piyungan tambah parah itu,” ungkapnya kemarin (14/5).
Imbauan langsung kepada masyarakat, sudah dilakukan. Sampai akhirnya dipasang banner di lokasi. Bahkan operasi tangkat tangan (OTT) oleh warga setempat dan pejabat pemerintahan sempat dilakukan. Diketahu, pembuang sampah merupakan warga Kota Jogja.
Selama ini, sampah di lokasi dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. Untuk selanjutnya dibuang ke TPSS Wonoroto, Gadingsari, Sanden. “Bisa dilihat itu kalau hari Jumat diambil. Hari Senin sudah banyak banget yang buang sampah,” bebernya.
Sementara itu, Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi menambahkan, sampah di kawasan ring road yang masuk wilayah Projotamansari dibuatkan jadwal pengangkutan. Yakni sepekan dua kali, pada Jumat dan Kamis atau Rabu (tentatif).
Waktu pengambilan itu, lanjutnya, karena volume sampah yang meningkat selama desentralisasi. Sebab sampah yang sebelumnya bisa dibuang ke TPST Piyungan, harus diolah sendiri oleh pemerintah kabupaten.
“Sebenarnya di dekat situ sudah kami siapkan tempat pengolahan sampah tetapi belum jadi nantinya bisa menampung 10 ton per hari,” ujarnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika