Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tangan Bocah 6 Tahun di Sedayu Bantul Ini Patah Akibat Ledakan Petasan, Begini Kronologisnya!

Gregorius Bramantyo • Jumat, 10 Mei 2024 | 22:36 WIB
Ilustrasi Petasan.
Ilustrasi Petasan.

BANTUL – Seorang anak enam tahun menjadi korban letusan petasan di Argodadi, Sedayu, pada Sabtu (4/5/2024).

Bocah tersebut mengalami luka parah akibat ledakan petasan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, korban atas kejadian tersebut berinisial OSA, 6, warga Klangon, Argosari, Sedayu. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (4/5/2024) pukul 09.00 WIB.

Saat itu, ibu korban yang berada di dalam rumah sempat mendengar suara ledakan petasan.

Kemudian ibu korban bergegas keluar kamar dan mendapati korban telah terkena ledakan petasan.

“Ibu korban dengar ada ledakan, kemudian dari dalam kamar keluar dan ternyata anaknya terkena ledakan petasan," ujar Jeffry, Jumat (10/5/2024).

Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka serius pada bagian tangan kiri, telunjuk dan jempol kiri patah dan robek, serta pergelangan tangan kiri patah.

Korban pun harus menjalani serangkaian operasi di rumah sakit untuk menyembuhkan lukanya.

Jeffry menjelaskan, berdasarkan keterangan ayah korban, korban menemukan petasan dengan panjang 10 centimeter dan diameter 5 centimeter di daerah Kemusuk Lor.

Sekitar lima hari menjelang lebaran.

Kemudian saat itu korban membawa petasan tersebut ke rumahnya.

Saat itu, ayah korban yang mengetahui keberadaan petasan meminta agar petasan tersebut dibuang.

“Tetapi korban justru menolaknya,” ucap Jeffry.

Ayah korban sempat mencoba membuang sumbu dan bubuk mesiu di dalamnya karena khawatir akan bahaya. Namun diduga masih ada sisa bahan peledak di dalam selongsong petasan.

Tanpa sepengetahuan orang tuanya, korban menyulutnya, sehingga ledakan pun tak terhindarkan.

"Disulut oleh korban dan meledak dalam genggaman korban," kata Jeffry.

Pada hari kejadian, orang tua korban tidak melaporkan ke aparat desa maupun Polsek Sedayu karena takut disalahkan.

Kemudian pada Kamis, karena biaya perawatan besar dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan, maka ayah korban melapor ke lurah Argosari.

Hal itu untuk mendapatkan bantuan biaya perawatan dari pemerintah.

"Korban saat ini masih di rawat di RS Sardjito dan telah menjalani operasi dan perkembangan korban telah membaik," jelas Jeffry. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tangan #petasan #kronologis #bocah #Patah #ledakan #RS Sardjito #polres bantul #Bantul #sedayu #kejadian