Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembuang Sampah Menumpuk Imogiri Dicari Sampai Ketemu, Diberikan Sanksi Sosial Mengangkut Kembali 

Khairul Ma'arif • Kamis, 9 Mei 2024 | 04:55 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
 
RADAR JOGJA - Tumpukan sampah yang terjadi di Jalan Imogiri-Panggang, Selopamioro, Imogiri, Bantul masih dibiarkan dan belum diangkut. Itu karena kesepakatan dari warga agar mencari terlebih dahulu sosok pembuangnya.
 
Lalu kalau sudah diketahui bahwa pembuangannya tersebut akan disuruh mengangkut kembali sampahnya sebagai sanksi sosial. 
 
Lurah Selopamioro Sugeng mengatakan, penghentian sudah menjadi kesepakatan antar warga dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul.
 
Awalnya memang direncanakan Rabu (8/5/2024) untuk diangkut oleh DLH Bantul. Namun karena ada kesepakatan tersebut akhirnya diurungkan ditunggu sampai gambar pembuangnya ditemukan. 
 
Baca Juga: SEGERA LAPOR! Temukan Oknum Pembuang Sampah Liar di Yogyakarta, Pemprov Siapkan Kanal Aduan Persoalan Sampah
 
“Hari ini belum diambil DLH mau ambil nah tapi masih mencari indikasi yang membuang sampah di lokasi,” katanya, Rabu (8/5/2024). Dia membenarkan, kalau keputusan tersebut merupakan kesepakatan dari warga masyarakat. Oleh karena itu, kondisi sampah masih menggunung seperti Selasa (7/5/2024). 
 
Menurutnya, sanksi sosial transportasi kembali diharapkan sebagai upaya efek jera. Dengan demikian, kejadian serupa tidak terulang kembali. Selain itu, juga sebagai bentuk tanggung jawab jawaban yang membuangnya. 
 
Sugeng membeberkan, truk sampah yang dibuangnya terekam kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi. Tetapi, itu hanya mampu mengidentifikasi warna truk berwarna kuning dan terdapat terpal di atas bak truknya.
 
Baca Juga: Miliki 666 bank sampah, Pemkot Jogja Libatkan Organisasi Perempuan untuk Menuju Kota Bebas Sampah
 
"Masih dalam pencarian semoga mudah-mudah segera ketemu," ungkapnya. 
 
Menurutnya, dari pengamatan sementara pembuangnya bukan dari wilayah Imogiri. Namun, yang terburuknya, dari rekaman CCTV plat nomornya tidak terlihat. Apalagi sosok pengemudinya sama sekali tidak terlihat karena CCTVnya hanya terbatas di satu titik saja di SMPN 3 Imogiri. 
 
Sugeng menuturkan, pencarian gambar pembuangnya hanya diestimasi tiga hari pasca ditemukannya tumpukan sampah tersebut.
 
"Kalau sudah tiga hari nanti diangkut DLH atau juga rembugan lagi," bebernya. Dia berharap, dapat ditemukan agar menjadi sanksi sosial. 
 
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih angkat bicara terkait tumpukan sampah tersebut. Menurutnya, alasan apapun tidak diperbolehkan membuang sampah seperti yang terjadi di Imogiri, Bantul.
 
Baca Juga: Pasca TPA Piyungan Bantul Ditutup, Banyak Lokasi di Perkotaan Sleman Jadi Tempat Pembuangan Sampah Sembarangan, Begini Reaksi DLH Sleman..
 
Itu karena banyak kelompok masyarakat atau UMKM yang menawarkan jasa untuk memungut sampah rumah tangga dengan membayarkan tarifnya. 
 
Dia mengaku, saat ini sedang mengebut pembangunan tiga TPST yakni Dingkikan, Modalan dan Bawuran. Apalagi pengerjaannya sampai dilembur. Dari ketiganya nanti dapat menampung sampah sebanyak 150 ton. 
 
“Kalaupun hari ini masih ada kekurangan-kekurangan harap dimaklumi pembuangan sampah pembohong itu tidak boleh terjadi,” ucapnya.
Dia menyarankan agar sampaikan saja ke DLH Bantul kalau memang kesulitan membuang sampah. Nanti akan diarahkan ke para penyedia jasa yang mengelola sampah. (pemerintahan).
Editor : Heru Pratomo
#Bantul #Sampah Liar #DLH #Imogiri #jalan #Panggang