RADAR JOGJA - Agus Santoso atau akrab dengan panggilan Agus Moncer siap mencalonkan diri sebagai bupati Bantul lewat jalur independen. Hal ini sebagai upayanya jika tidak lolos penjaringan oleh partai politik.
Mengingat pada pesta demokrasi sebelumnya, owner Moncer Group ini memiliki pengalaman pahit. Namanya tidak lolos penjaringan partai politik, sehingga gagal berkontestasi pada pilkada. "Iya pastinya ini kami harus double gardan. Jangan sampai saya yakin ke situ akhirnya malah digeser," tegasnya kemarin (6/5).
Agus mengaku, dia tidak akan akan mendaftar dari Partai Golkar saja. Tetapi juga melalui Partai Demokrat, Gerindra, PPP, PAN, dan Partai Ummat saat sudah membuka pendaftaran.
Meski demikian, Agus juga mulai mempersiapkan pendaftaran lewat jalur independen. Bahkan dia sudah memiliki tim sampai di tingkat desa atau kalurahan. Dia pun sudah mempersiapkan syarat untuk daftar jalur independen yakni sekitar 55 ribu KTP Bantul.
Jalur independen dipilihnya juga sebagai upaya untuk menaikkan elektabilitasnya. Rencananya, Agus akan daftar jalur independen hari ini (7/5) dengan mengambil formulir terlebih dahulu. "Kan harus verifikasi KTP to, kalau KTP saya sudah punya segunung se-Bantul," lontarnya.
Namun ketika pendaftarannya melalui partai politik lolos, Agus mengaku akan melanjutkannya. Jika benar dia terpilih dan diusung menjadi bakal calon bupati, sudah ada bakal calon bupati yang mendekatinya. Namun dia enggan menyampaikannya sekarang.
"Kalau melamar jadi wakil sudah ada, secara pribadi. Tetapi kan tidak bisa yang menentukan. Terserah partai saja. Kalau saya jalur independen, bisa menentukan," bebernya.
Sementara itu, Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, sudah mengumumkan terkait pendaftaran jalur independen. Namun, menurutnya, sampai sekarang belum ada yang mendaftar jalur tersebut satu orang pun. “Untuk jalur independen penyerahan dukungan berlangsung mulai 8-12 Mei,” rincinya.
Untuk Kabupaten Bantul, pendukung paling sedikit 7,5 persen dari jumlah DPT Pemilu 2024 sebanyak 742.074 orang. Atau sekitar 55.656 orang yang tersebar di lebih dari 50 persen jumlah kapanewon yakni paling sedikit di sembilan kapanewon. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita