BANTUL – Sejumlah partai politik (Parpol) mulai ancang-ancang untuk perhelatan Pilkada Bantul 2024. Tidak hanya berkomunikasi dengan antar Parpol tetapi juga menyasar sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) seperti misalnya Muhammadiyah. Hal itu merupakan sebagai modal mendulang banyak suara dalam berkontesasi nantinya pada Pilkada Bantul 2024.
Baca Juga: Jumlah ASN Pemkab Sleman yang Ajukan Cuti Besar Makin Banyak, Begini Janji Mereka...
Sejumlah Parpol membuka komunikasi dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul untuk menghadapi Pilkada 2024. Seperti misalnya yang dilakukan PKB Bantul sudah memulai berkomunikasi dengan PDM Bantul. “Dengan Muhammadiyah sudah tetapi baru pengantar masih ada nanti pembicaraan lanjutan,” Ketua DPC Bantul Abdul Halim Muslih, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga: Pendaftaran Anggota PPS Pilkada 2024 Sleman Sudah Dibuka, Segini Masa Kerja dan Honornya!
Dia pun mengakui, sudah berkomunikasi dengan banyak Parpol di Bantul. Di antaranya dengan Partai Gerindra, PDIP, Golkar, PKS, Demokrat, dan PPP yang sudah menjalin komunikasi. Menurutnya, komunikasi politik menjadi penting karena pada dasarnya setiap Parpol memiliki tujuan yang sama yakni kemajuan daerah dengan menyelesaikan problemnya.
Baca Juga: Angel Di Maria Bakal Merapat ke Inter Miami, Kans Bermain Bersama lionel Messi lagi?
Oleh karena itu, lanjutnya sudah sepatutnya Halim sebagai Ketua DPC ataupun sebagai Bupati Bantul melakukan komunikasi politik untuk menyamakan persepsi. "Bantul itu mau diapain? Ada hal-hal dasar yang harus disepakati," imbuhnya. Menurut Halim, kalau tidak sepakat dengan banyak hal nantinya daerah itu sendiri yang dikorbankan.
Baca Juga: Mengenal Jenis Luka Batin yang Bisa Terbawa hingga Dewasa
Berbagai macam problem publik seperti kemiskinan, pengangguran, sampah, dan stunting harus dapat diturunkan dan dikelola dengan baik. Halim menegaskan, atas dasar itu membutuhkan dukungan karena setiap Parpol memiliki legislatif. Dia mencontohkan, misalnya ketika eksekutif menyampaikan rancangan APBD atau rancangan program harus dapat disepakati sebagaimana prinsip dasar dalam membangun Bantul.
Selain itu, Ketua DPC PDIP Bantul Joko Purnomo juga melakukan hal yang sama yakni berkomunikasi dengan PDM Bantul. Namun, komunikasinya masih awal sehingga pembicaraanya dalam tahap nonformal. "Belum melakukan komunikasi secara formal,” ucapnya.
Baca Juga: Menelisik Bangunan Bersejarah Lawang Sewu di Semarang Jawa Tengah yang Kayak akan Cerita
Menurutnya, tidak hanya dengan Ormas Muhammadiyah yang masih belum formal komunikasinya. Tetapi dengan antar Parpol pun belum ada perbincangan yang formal terjalin. Namun, dalam waktu yang tidak lama lagi komunikasi politik itu akan menjadi formal.
Baca Juga: Menelisik Sejarah Candi Sambisari yang Dulunya Tersembunyi Tertimbun Tanah Selama Ratusan Tahun
Pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul itu menyadari, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pemerintahan harus melibatkan semua pihak. Oleh karena itu, komunikasi antar Parpol dan dengan Ormas Islam seperti Muhammadiyah juga menjadi upaya mensukseskan pesta demokrasi di Bantul.
Baca Juga: Preview Final Piala Asia U23 2024 Jepang vs Uzbekistan: Siapakah Yang Bakal Menjadi Jawara Asia U23?
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Bantul, Suwandi saat dikonfirmasi menyampaikan, komunikasi dengan Parpol mana pun tidak dibatasi. Itu lantaran bagi Muhammadiyah Parpol merupakan aset bangsa sebagai lembaga demokrasi yang harus dipercaya dan diberikan kesempatan untuk melakukan kewenangannya. “Mau komunikasi juga kami tidak menutup siapa pun untuk membangun masa depan Bantul tidak hanya pada saat momen Pilkada saja,” ungkapnya.
Menurutnya, sejak dahulu PDM Bantul selalu memberikan masukan dan usulan untuk kemajuan tidak hanya ketika ada Pilkada saja. Suwandi menambahkan, tidak hanya dua partai PDIP dan PKB saja karena dengan jajaran Parpol lainnya juga sering bertemu. Menurutnya, harapannya pemimpin Bantul terpilih 2024 yang memiliki kepedulian, komitmen besar dalam pencerdasan dalam pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Dia menuturkan, PDM Bantul tidak memiliki kewenangan untuk mengajukan calon yang akan berkontestasi pada Pilkada 2024. Namun, tentunya memiliki kepentingan untuk membangun kultur politik yang demokratis. Ketika ada anggota PDM Bantul yang dinilai pantas dan hendak direkrut Parpol itu tidak masalah asalkan melalui prosedur yang benar. (rul)
Editor : Iwa Ikhwanudin