Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SPSI Bantul Minta Pemerintah Harus Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Gregorius Bramantyo • Kamis, 2 Mei 2024 | 12:35 WIB

Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei.
Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei.


RADAR JOGJA - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bantul berharap Pemerintah Kabupaten Bantul tetap memperhatikan kesejahteraan pekerja. Baik kesejahteraan di bidang kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Nasional kemarin (1/5).

Ketua SPSI Bantul Fardhanatun mengatakan, Pemkab Bantul seharusnya bisa membatasi jumlah tenaga asing dan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Hal itu karena membuat semakin mempersempit lowongan pekerjaan yang seharusnya diberikan kepada para pekerja lokal. “Supaya menekan angka pengangguran,” katanya.

Selain itu, masalah upah minimum kabupaten (UMK) Bantul di angka Rp 2.216.000 dianggap masih cukup rendah. Menurut Fardhanatun, pemerintah setidaknya bisa sedikit menaikkan nominal UMK agar para pekerja sejahtera.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, momentum Hari Buruh ini mengingatkan pentingnya komitmen untuk membangun kembali hubungan dunia ketenagakerjaan dan industrial yang harmonis. Antara pekerja, pengusaha, serta pemerintah. Sehingga diharapkan keberlangsungan usaha dan produktivitas akan terjaga. “Pada akhirnya akan menguntungkan semua pihak, baik pekerja maupun pengusaha,” ungkap Halim.

Dia juga mengingatkan bahwa ekonomi akan bertumpu pada sektor industri. Sebagaimana karakter ekonomi modern. Sektor industri umumnya relatif rentan terhadap gejolak. Sehingga sektor ini perlu dijaga dan dipelihara bersama. “Gejolak ketenagakerjaan harus dihindari agar kinerja ekonomi daerah terus tumbuh, dunia usaha berkembang dan kesejahteraan buruh meningkat,” ujarnya.

Halim berhara, buruh menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di Bantul. Menurutnya, buruh harus bisa bekerja secara produktif. Dia menyebut, perusahaan memiliki kepentingan untuk membuat suasana kerja yang nyaman.

Dia menambahkan, pemerintah selalu berada di posisi tengah antara kepentingan-kepentingan tersebut agar tidak ada konflik. Sebab jika ada konflik, maka berpotensi membahayakan ekonomi nasional. "Pertumbuhan ekonomi terganggu dan kesejahteraan semuanya. Tidak hanya kesejahteraan karyawan saja, kesejahteraan pengusaha pun bisa terancam," tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Bantul #Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)