BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Festival Klangenan Bantul 2024 di Pasar Seni Gabusan, Selasa (30/4/2023).
Masyarakat dapat menikmati berbagai jajanan tempo dulu seperti makanan, minuman hingga mainan tradisional, mulai 30 April hingga 4 Mei 2024.
Plt Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Husin Bahri mengatakan, Festival Klangenan Bantul dapat menjadi sarana nostalgia bagi masyarakat untuk mengenang kembali barang-barang maupun makanan atau jajanan tempo dulu.
“Spirit dari festival ini adalah dalam rangka memperkuat UMKM dan industri kreatif di Kabupaten Bantul, dan termasuk di dalamnya adalah pelestarian budaya tak benda,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/4/2024).
Ada aneka ragam kegaitan yang diselenggarakan. Meliputi festival kuliner tradisional, pameran barang tradisional maupun antik dan rangkaian pertunjukan seni tradisional dari Bantul.
Tujuannya untuk melestarikan nilai-nilai budaya terkait produk dari aspek seni. Sehingga menunjukkan dan mengingatkan masyarakat bahwa Bantul kaya akan aneka ragam seni tradisi dan kuliner tradisional.
“Harapannya bisa menjadi sebuah industri kreatif ke depannya dan meningkatkan ekonomi daerah,” kata Husin.
Pemkab Bantul menargetkan penyelenggaraan Festival Klangenan ini dapat menggerakkan indsutri kuliner dan produk kreatif lainnya yang bersifat UMKM.
Supaya bisa melakukan promosi dan melakukan aktivitas ekonomi. Agar para pelaku UMKM tersebut bisa berdaya guna.
"Tidak ada target transaksi karena memang bagaimana kami ingin meningkatkan nilai-nilai warisan budaya, terutama kuliner dan produk kesenian di Bantul,” ucap Husin.
Festival Klangenan ini diikuti oleh 55 tenant yang terdiri dari 47 stand kuliner dan 8 stand non kuliner. Semuanya berasal dari Kabupaten Bantul.
Festival ini juga dimeriahkan pentas seni dari beberapa sanggar seni, permainan tradisinoal, lomba mewarnai TK dan PAUD, hingga live music.
“Diharapkan festival ini juga dapat mendukung upaya Kabupaten Bantul untuk menjadi kota kreatif jejaring dunia,” ujar Husin.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap gelaran Festival Klangenan yang membawa romansa penuh kenangan akan masa lalu ini akan menjadi salah satu pemantik bergeraknya ekonomi masyarakat Bantul.
Terutama untuk sektor umkm dan industri kreatif.
Ia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan industri kreatif sebagai ajang promosi dan peningkatan transaksi produksinya.
“Ini menujukkan bahwa orang Bantul setia dengan masa lalunya atau sulit move on. Kesetiaan inilah yang mengilhami diselenggarkannya Festival Klangenan ini sebagai bagian dari nguri-uri kabudayan,” katanya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad