BANTUL – Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran terus digarap. Hingga saat ini progres pembangunan ITF Bawuran telah mencapai 40 persen.
Pengelolaan pembangunan ditangani salah satu BUMD di Kabupaten Bantul, yakni Perumda Aneka Dharma.
Direktur Perumda Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka mengatakan, saat ini pembangunan ITF Bawuran tengah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan pembuatan lantai bangunan ITF Bawuran.
Sementara sebelumnya, Yuli menyampaikan tahap pembuatan pondasi bagi bangunan tersebut telah rampung.
“Secara umum pembangunan masih on schedule, progresnya sudah 30 sampai 40 persen,” ujarnya, Kamis (25/4/2024).
Ia menjelaskan, setelah pembangunan bangunan ITF Bawuran rampung, peralatan pengolahan sampah akan segera ditempatkan di sana.
Nantinya, ITF Bawuran akan memiliki sebuah mesin incinerator untuk mengolah sampah yang ada.
Mesin tersebut diperkirakan mampu mengolah sampah sekitar 45 ton per hari.
“Incinerator untuk memusnahkan sampah residu. Tetapi karena ini darurat sampah, semua sampah akan dimasukkan ke incinerator,” jelasnya.
Yuli menyampaikan, dalam tahap awal, ITF Bawuran akan memusnahkan sampah yang disana dengan mesin incinerator.
Meski begitu, menurutnya, pihaknya telah melakukan analisis dampak lingkungan (amdal) dan izin lingkungan untuk ITF Bawuran.
Sehingga, menurut Yuli, alat incinerator tersebut lelah diklaim tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
Kemudian dalam tahap selanjutnya, sampah organik dan anorganik akan dipilah.
Kemudian sampah anorganik yang high value akan diolah menjadi produk lain, seperti panel papan untuk bahan furniture dan pipa PVC.
Sementara sampah yang tidak dapat diolah akan dimusnahkan dengan incinerator. Kemudian sampah organik akan diolah menjadi pupuk.
“Next step kita juga ada pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar dari sampah,” kata Yuli.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat pekerjaan ITF Bawuran.
Lantaran proses penutupan TPST Piyungan akan dilakukan Mei mendatang.
Ia berharap proyek ITF Bawuran akan rampung sebelum penutupan TPST Piyungan.
"Pembangunan ini terus dikebut. Mudah-mudahan nanti pertengahan Mei bisa selesai," ujarnya.
Diketahui pembangunan ITF Bawuran telah dimulai dengan tahap ground breaking pada awal Maret 2024. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung Mei 2024.
Sementara menurut Bambang, sejauh ini Pemkab Bantul hanya mampu mengolah sampah hingga lima ton per hari melalui ITF Niten.
Di sana sampah organik dan anorganik dari beberapa pasar rakyat di Bantul diolah.
Kemudian, Pemkab Bantul juga mengolah sampah sekitar 30 ton melalui delapan TPS3R yang ada.
Bambang menyebut, pembangunan TPS Sementara Gadingsari pun masih dalam tahap pemasangan terpal untuk mengantisipasi lindi mengalir ke lokasi sekitar.
TPS Gadingsari diperkirakan baru mampu menampung sampah pada Mei 2024.
Pemkab Bantul juga tengah berupaya menyelesaikan proyek TPST Dingkikan, dan TPST Modalan.
Selama beberapa tempat pengolahan dan penampungan sampah yang dibangun belum rampung, Bambang berharap masyarakat turut mengurangi produksi sampah untuk mengurangi produksi sampah di Bantul. (tyo)
Editor : Amin Surachmad