BANTUL – Sebanyak delapan orang bersaing untuk ikut Pilkada 2024 Bantul melalui Partai Golkar.
Delapan orang itu telah mengembalikan berkas formulir pendaftaran kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Bantul pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (24/4/2024).
Sekretaris DPD Golkar Bantul Widodo menjelaskan, dari delapan pendaftar, ada tiga kandidat calon bupati dan lima kandidat calon wakil bupati.
“Ketiga bakal calon bupati yang mengembalikan formulir pendaftaran adalah Untoro Hariadi, Agus Moncer Santoso, dan Abdul Halim Muslih,” ujarnya, Rabu (24/4/2024).
Untoro Hariadi adalah dosen Universitas Janabadra. Sementara Agus "Moncer" Santoso adalah kontraktor yang pada Pilkada 2020 juga berupaya menjadi calon kepala daerah.
Sementara Abdul Halim Muslih adalah bupati Bantul saat ini.
Kemudian, lima pendaftar calon wakil bupati adalah Amin Purnomo, Ahmad Badawi, Ali Rasyid, Bejo WTP, dan Mujiyat.
Amin Purnomo merupakan seorang advokat. Sementara Bejo WTP adalah lurah Canden.
Ali Rasyid adalah seorang pengusaha. Ahmad Badawi merupakan mantan anggota DPRD Bantul. Mujiyat adalah Pj bupati di Kalimantan Selatan.
Dari delapan pendaftar tersebut, ada empat orang yang merupakan kader Partai Golkar. Mereka adalah Ali Rasyid, Agus “Moncer” Santoso, Bejo WTP dan Amin Purnomo.
Widodo mengatakan, DPD Golkar Bantul selanjutnya akan menggelar rapat bersama DPD Golkar DIY pada Jumat, (26/4/2024).
DPD Golkar DIY akan mengundang para pendaftar tersebut untuk memberi penjelasan tentang mekanisme pencalonan.
Daftar pelamar selanjutnya akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Setelah itu DPP Partai Golkar akan melakukan survei dan fit and proper test. Survei diadakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan biayanya ditanggung rata oleh para pelamar.
“Semuanya disurvei, kemudian siapa yang unggul itu yang nanti Insya Allah dijadikan calon,” kata Widodo.
Survei itu melibatkan 800 responden dengan anggaran sebesar Rp 165 juta. Sementara survei dengan 400 responden membutuhkan anggaran Rp 130 juta.
Survei elektabilitas ini digelar tiga kali. Yakni pada April hingga Mei, Juni sampai Juli, lalu Juli sampai Agustus.
Ketua DPD Golkar Bantul Paidi optimistis pihaknya bisa menang di Pilkada Bantul 2024. Meskipun pada dua pilkada sebelumnya, koalisi partai yang dibangun oleh Partai Golkar Bantul selalu kalah.
Pada Pilkada 2020, Golkar Bantul berkoalisi dengan Partai Gerindra, PKS, Nasdem, PPP dan PBB mengusung pasangan Suharsono-Totok Sudarto.
Sebelumnya pada Pilkada 2015, Golkar bersama PDIP mengusung pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir.
“Kami sudah punya stategi untuk pilkada kali ini. Kami optimistis menang," ujar Paidi.
Ia menambahkan, Partai Golkar saat ini sedang melakukan komunikasi kepada sejumlah partai untuk berkoalisi dalam Pilkada 2024.
Paidi tidak menampik bahwa partai yang dilobi adalah partai koalisi dalam Pemilu 2024.
"Kalau melobi tentu semua partai, baik yang ikut koalisi kemarin atau yang tidak,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad