Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Okupansi Hotel dan Length of Stay Wisatawan Rendah

Gregorius Bramantyo • Selasa, 16 April 2024 | 16:05 WIB
Rekomendasi tempat wisata menarik di Jogja saat libur lebaran. (foto: orami.co.id)
Rekomendasi tempat wisata menarik di Jogja saat libur lebaran. (foto: orami.co.id)

RADAR JOGJA - Rata-rata lama menginap atau length of stay wisatawan di Kabupaten Bantul pada libur Lebaran masih rendah. Begitu pula dengan pergerakan wisatawan yang lebih rendah ketimbang masa libur Lebaran 2023 lalu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra mengatakan, okupansi hotel di Bantul pada masa libur Lebaran tahun ini tidak merata. Ada beberapa hotel yang okupansinya cukup bagus. Tergantung dari jumlah kamar yang disediakan. Hanya saja average yang terjadi di luar prediksi.

“Tadinya kami berharap okupansi bisa mencapai 85-90 persen. Kalau average sekitar 75-80 persen tingkat hunian selama liburan,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (15/4).

Dia menyebut, tarif penginapan di Bantul memang ada yang naik. Namun nilainya tidak begitu tinggi. Adanya kenaikan tarif penginapan telah jauh-jauh hari diperkirakan oleh pihaknya. Namun besarannya tidak terlalu besar, yakni sekitar 20 persen. Menurut Hendra, tingkat daya beli masyarakat masih cukup bagus. 

“Ini hanya sebuah kebosanan sesaat dari wisatawan yang berkunjung ke DIJ, bahkan ke Bantul, karena setiap liburan ke Jogja. Kalau jogja tidak mengembangkan destinasi baru tentu akan tertinggal,” lontarnya. 

Hendra mengatakan, rata-rata para wisatawan yang melakukan reservasi hotel masih didominasi wisatawan dari Pulau Jawa. Yakni dari Jakarta, Tangerang, Surabaya, dan Jember. Mereka sudah melakukan reservasi jauh-jauh hari. “Kalau saya lihat tamu-tamu ini kebanyakan dari masyarakat kelas menengah,” katanya.

Sementara itu, tingkat length of stay wisatawan di Bantul hanya berkisar satu hari. Maksimal dua hari. Menurut Hendra, rendahnya durasi tinggal wisatawan disebabkan tidak banyaknya pilihan bagi wisatawan, terutama di Bantul terkait akomodasi. Sehingga wisatawan lebih banyak mencoba ke daerah lain. 

Length of stay di Sleman tinggi, bisa 2-3 hari, karena mereka mencoba di kawasan yang sama, masih satu kabupaten. Kota Jogja juga begitu,” terang Hendra.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis Rokhmad Ridwanto mengatakan, ada ribuan wisatawan yang Pantai Parangtritis. Ia memperkirakan sebagian besar wisatawan berasal dari luar kota. Karena nomor kendaraan yang digunakan menggunakan pelat luar DIJ.

Pada hari raya Idul Fitri Rabu (10/4), wisatawan sudah banyak berdatangan ke wilayah pantai selatan. Tercatat ada 5.057 wisatawan yang masuk melalui TPR Induk Parangtritis.  

Kemudian pada Kamis (11/4), jumlah wisatawan meningkat tiga kali lipat dibanding hari sebelumnya. Tercatat ada sebanyak 15.037 wisatawan. “Meningkat terus. Jumat ada 19.465 kunjungan, Sabtu ada 24.868 kunjungan,” jelas Rokhmad.

Namun Rokhmad mengungkapkan, secara keseluruhan masih lebih banyak kunjungan pada masa libur lebaran tahun lalu. “Ramai tahun kemarin, sampai H+3 dengan tahun kemarin selisih sekitar 9.000-an,” ungkapnya. (tyo)

Editor : Satria Pradika
#kabupaten bantul #libur lebaran