RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan membuka formasi calon pegawai sipil negara (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2024 sejumlah 800 orang. Dari 800 formasi itu, kebutuhan paling banyak ada pada tenaga teknis.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul Isa Budi Hartomo mengatakan, pihaknya sejauh ini baru selesai melakukan pembagian lowongan formasi CPNS dan PPPK. Saat ini, proses lowongan CPNS dan PPK 2024 baru selesai pembagian lowongan. “Lalu kemudian rincian data itu dikirim ke pemerintah pusat," katanya.
Kemudian selanjutnya adalah pengumuman pembukaan lowongan CPNS dan PPPK 2024. Sementara panduan terkait tiga periode rekrutmen CPNS dan PPPK 2024 maupun seterusnya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
Isa Budi menyebut, pada rencana semula memang ada tiga periode rekrutmen. Hanya saja, kondisinya saat ini ada beberapa hal yang mundur. “Jadi mungkin bisa saja dua atau satu periode untuk rekrutmen besok," jelasnya.
Sementara jumlah formasi sebanyak 800 terdiri atas 114 CPNS dengan rincian 10 tenaga kesehatan dan 104 tenaga teknis. Lalu 686 orang PPPK dengan rincian 224 tenaga guru, 150 tenaga kesehatan (nakes) dan 312 tenaga teknis.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, pembukaan formasi CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkab Bantul masih belum memenuhi kebutuhan pegawai. Menurutnya, setidaknya dibutuhkan 9 ribu ASN dan PPPK untuk lingkungan Pemkab Bantul.
Sedangkan saat ini, jumlah ASN dan PPK hanya 7.800 orang. Namun kuota penerimaan untuk formasi untuk CPNS dan PPPK dari pemerintah pusat pada 2024 adalah 800 orang. “Karena kuota ASN berupa CPNS ataupun PPPK itu memang dirancang terus menurun. Karena mungkin penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik itu nantinya harus bertransformasi digital," jelas Halim. (tyo/eno)