Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Khatib Singgung Pemilu hingga Banyak Jemaah Salat Id di Lapangan Tamanan Tinggalkan Lokasi, Kemenag Bantul Klarifikasi, Ketua PHBI Minta Maaf

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 13 April 2024 | 14:05 WIB
KUSYUK : Suasana salat Idul Fitri berjamaah di Alun-Alun Selatan, Jumat (21/4).( Dokumen RADAR JOGJA)
KUSYUK : Suasana salat Idul Fitri berjamaah di Alun-Alun Selatan, Jumat (21/4).( Dokumen RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Sebuah video yang menunjukkan seorang penceramah pada momen salat Idul Fitri viral di media sosial. Dalam khotbahnya, khatib menyingung dugaan kecurangan Pemilu 2024 hingga kemudian banyak jemaah berbondong bondong meninggalkan tempatnya.

Video itu diunggah oleh akun @merapi_uncover yang menyebutkan tempat kejadian di Lapangan Tamanan, Bantul. Unggahan itu dua video berdurasi pendek.  "Sholat Ied di Lapangan Tamanan Bantul lagi rame lur, khotbah politik di tinggal bubar jamaah," tulis akun itu.

"....oleh para pejabat negara menjadi sangat lebih memalukan dan memuakkan karena kecurangan dalam pemilu yang dinilai banyak pihak yang terburuk dalam sejarah Indonesia. Ironisnya problematika pelanggaran pemilu yang sering disebut terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif terjadi justru terkait dengan perilaku Joko Widodo sebagai presiden RI, sebagaimana yang tersebar luas di media sosial dan surat kabar," penggalan ceramah yang disampaikan khatib dalam video itu.

Di tengah ceramah yang diberikan khatib, banyak jemaah yang mulai berdiri meninggalkan tempat salat mereka. Padahal dalam video itu khatib belum selesai menyampaikan materi ceramah.

Menanggapi hal ini, Kepala Kemenag Bantul Ahmad Shidqi menyampaikan pihaknya telah menghubungi ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) atau penyelenggara salat Id Lapangan Tamanan. Ia menyampaikan bahwa khatib Untung Cahyono adalah akademisi/dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Dalam konfirmasi itu, panita penyelenggara mengakui tidak membicarakan materi khotbah sewaktu memohon ustad itu menjadi khatib. "Betul bahwa di tengah khotbah, sebagian jemaah pergi meninggalkan lapangan setelah menyimak isi materi khotbah yang menyetir salah satu ayat Alquran dikaitkan dengan kecurangan pemilu," ujar Ahmad Shidqi menyampaikan hasil konfirmasi dengan PHBI, kemarin (12/4).

Ahmad Shidqi menambahkan, beberapa hari sebelum hari raya pihaknya sudah membuat flyer terkait panduan penyelenggaraan Hari Raya Idul Fitri 1445 H sebagai tindak lanjut SE Menag No 1 Tahun 2024. Informasi itu juga telah disosialisasikan kepada masyarakat bekerja sama dengan Polres Bantul. 

"Dan memang isi khotbah itu tidak mengindahkan imbauan materi khotbah Idul Fitri seperti yang tertuang dalan SE Menag No.1 Tahun 2024," tandasnya. 

Sementara itu, Ketua PHBI Tamanan Sujendro Nugroho juga memberikan konfirmasi dan memohon maaf atas kejadian ini. Ia mengaku pihaknya tahun ini terfokus pada masalah takbir dan festival lomba, sehingga untuk konfrimasi masalah ustad khususnya materi memang tidak meminta materinya. 

"Memang sejak dulu, sejak saya menjadi ketua PHBI tidak ada. Saya anggap sudah tahu sendiri, sejak 87 sampai sekarang, sampai dulu itu kan tidak ada masalah apa-apa. Baru kali ini. Saya sendiri mungkin khilaf. Saya mohon maaf," tambahnya.

Ia mengaku karena waktu yang relatif pendek, pihaknya tidak sempat bertemu langsung dan membahas materi. Pihaknya hanya menghubungi lewat WhatsApp untuk meminta menjadi imam dan penceramah. 

"Saya menghubungi ustad siapa-siapa itu sudah terjadwal, yang selo itu cuma Pak Untung. Ya, daripada nanti tidak ada imam khatib, ya kan repot juga," tuturnya.

Selanjutnya pihaknya akan berkomunikasi dengan khatib yang bersangkutan untuk memberikan arahan agar lain kali tidak menyinggung masalah politik saat menjadi khatib dalam sebuah acara besar keagamaan. Sebelumnya, khatib itu memang pernah menjadi khotib salat Id di Lapangan Tamanan, tetapi tidak menyinggung masalah politik.

"Untuk mengklarifikasi saya masalah itu, sudah saya sampaikan. Ya, jemaahnya juga baik-baik kok, artinya setelah itu tidak ada permasalahan, mungkin karena diviralkan itu jadi heboh. Jemaahnya enggak masalah, cuma itu kotbah menyinggung masalah itu. Saya juga insya Allah lain kali saya kroscek," tandasnya. (oso/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Lapangan Tamanan Bantul #Salat Idul Fitri