RADAR JOGJA - Sebuah video menunjukan seorang penceramah pada momen salat Idul Fitri viral di media sosial.
Dalam video tersebut, khatib menyampaikan ceramah tentang dugaan kecurangan pemilu 2024, selanjutnya banyak jemaah berbondong bondong meninggalkan tempatnya.
Video tersebut diunggah oleh akun @merapi_uncover yang menyebutkan tempat kejadian tersebut di daerah Lapangan Tamanan, Bantul.
Unggahan tersebut berjumlah dua video berdurasi pendek.
"Sholat ied di lapangan Tamanan Bantul lagi rame lur, khotbah politik di tinggal bubar jamaah," tulis akun tersebut.
"....oleh para pejabat negara menjadi sangat lebih memalukan dan memuakkan karena kecurangan dalam pemilu yang dinilai banyak pihak yang terburuk dalam sejarah Indonesia. Ironisnya problematika pelanggaran pemilu yang sering disebut terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif terjadi justru di terkait dengan perilaku Joko Widodo sebagai presiden RI, sebagaimana yang tersebar luas di media sosial dan surat kabar," penggalan ceramah yang disampaikan khatib dalam video tersebut.
Di tengah ceramah yang diberikan oleh khatib, banyak jemaah yang mulai berdiri meninggalkan tempat salat mereka dalam video tersebut.
Padahal, jika dilihat dalam video tersebut khatib belum selesai dalam menyampaikan materi ceramah. Video itupun viral dan dan mendapat 32.727 like dan 4.415 komentar dari netizen.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bantul Ahmad Shidqi menyampaikan pihaknya telah menghubungi ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) atau penyelenggara salat Id lapangan Tamanan.
Ia menyampaikan bahwa khotib Untung Cahyono seorang akademisi/ dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dalam konfirmasi tersebut, panita penyelenggara mengakui bahwa tidak membicarakan materi khotbah sewaktu memohon ustadz menjadi khatib.
"Betul bahwa di tengah khotbah, sebagian jemaah pergi meninggalkan lapangan setelah menyimak isi materi khotbah yang menyetir salah satu ayat Al-Quran dikaitkan dengan kecurangan Pemilu," ujar Ahmad Shidqi menyampaikan hasil konfirmasi dengan pihak PHBI, Jumat (12/4/2024).
"Perkiraan beliau sekitar 25% jamaah yang meninggalkan lokasi," imbuhnya.
Ahmad Shidqi menambahkan bahwa beberapa hari sebelum hari raya pihaknya sudah membuat flyer terkait dengan panduan penyelenggaraan hari raya idul fitri 1445 H sebagai tindak lanjut SE Menag No 1 tahun 2024.
Informasi tersebut juga telah disosialisasikan kepada masyarakat dengan bekerja sama dengan Polres Bantul.
"Dan memang isi khutbah tersebut tidak mengindahkan himbauan materi khutbah idul fitri seperti yang tertuang dalan SE Menag No.1 tahun 2024," tandasnya.
Sementara itu, Ketua PHBI Tamanan Sujendro Nugroho juga memberikan konfirmasi dan memohon maaf atas kejadian tersebut.
Ia mengaku pihaknya tahun ini terfokus pada masalah takbir dan festival lomba sehingga untuk konfrimasi masalah ustadz khususnya materi memang tidak meminta materinya.
"Memang sejak dulu, sejak saya menjadi ketua PHBI tidak ada, saya anggap sudah tahu sendiri, sejak 87 sampai sekarang, sampai dulu itu kan tidak ada masalah apa-apa. Baru kali ini," ujarnya.
"Ya saya sendiri mungkin khilaf. Ya saya mohon maaf itu, mungkin saya juga gak mengetahui untuk detailnya sebelumnya itu," imbuhnya.
Ia mengaku karena waktu yang relatif pendek, pihaknya tidak sempat bertemu langsung dan membahas materi.
Pihaknya hanya menghubungi lewat WhatsApp untuk meminta menjadi imam dan penceramah.
"Saya menghubungi ustaz siapa-siapa itu sudah terjadwal, yang selo itu cuma pak untung. Ya saya daripada nanti tidak ada imam khatib ya kan repot juga," tuturnya.
Sekanjutnya, pihaknya akan berkomunikasi dengan khotib yang bersangkutan untuk memberikan arahan agar lain kali tidak menyinggung masalah politik saat menjadi khotib dalam sebuah acara besar keagamaan.
Sebelumnya, khotib tersebut memang pernah menjadi khotib salat id di Tamanan, tetapi tudak menyunggung masalah politik.
"Untuk mengklarifikasi saya untuk masalah itu, sudah saya sampaikan. Ya jemaahnya juga baik-baik kok, artinya itu setelah itu tidak ada permasalahan, mungkin karena diviralkan itu jadi heboh. Jemaahnya enggak masalah cuma itu kotbah menyinggung masalah itu, saya juga insya allah lain kali saya kroscek," pungkasnya. (oso)
Editor : Bahana.