Sejumlah jemaah sudah berdatangan pada pukul 06.00 WIB. Terlihat ada yang datang bersama keluarga, teman, hingga pasangan.
Salat Id sendiri dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB. Berlangsung sekitar 15 menit. Ribuan jemaah khusyuk melakukan salat Idul Fitri setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Khotib Salat Idul Fitri Ustadz Machnun Usni menyampaikan, momen Idul Fitri diharapkan mampu mempererat silaturahmi setelah penyelenggaraan Pemilu 2024.
"Hasil pemilu, apapun itu, Idul Fitri ini untuk menyambungkan persaudaraan sebagai bangsa," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/4/2024).
Machnun juga mengajak agar kaum muslimin dapat menjaga kesalehan dan kemanusiaan setelah menjalankan puasa. Ia berharap momen Idul Fitri dapat mempererat silaturahmi. “Bukan hanya dengan mereka yang sedarah, tetapi juga dengan sebangsa," katanya.
Ia turut menyanjung penyelenggaraan salat Idul Fitri di Gumuk Pasir Parangkusumo. Menurutnya, penyelenggaraan tersebut dapat menjadi momen menarik. Lantaran pantai dapat dijadikan sebagai destinasi wisata religi pula.
"Ini menjadi sesuatu yang setiap tahun menjadi bagian tidak hanya melakukan ibadah, tetapi juga liburan bagi yang mudik," ucap Machnun.
Lokasi salat di gumuk pasir memang cukup berbeda dari tempat-tempat lainnya. Dengan dipisahkan sajadah, para jemaah salat di atas hamparan pasir halus yang luas.
Sejak 1980-an, Gumuk Pasir Parangkusumo memang sudah menjadi lokasi Salat Idul Fitri dan Idul Adha setiap tahunnya. Lokasi ini ditutup hanya ketika pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021.
Tak sedikit jemaah yang memilih salat Idul Fitri di Gumuk Pasir untuk merasakan sensasi baru. Mesi Riskiyanti misalnya. Ia mengaku sengaja mengikuti Salat Id di Gumuk Pasir Parangkusumo lantaran tidak pulang ke kampung halaman. Mahasiswi asal Bangka Belitung tersebut mengaku takjub dengan pemandangan di Gumuk Pasir.
"Berbeda dengan di tempat saya yang Salat Id di masjid, di sini di lapangan terbuka, menyatu dengan alam," ujarnya.
Salat Idul Fitri kali ini dihadiri oleh 5.503 orang. Terdiri 2.686 orang jemaah putra dan 2.817 orang jemaah putri. Sementara jumlah infak yang terkumpul sebanyak Rp 63.553.000 pada tahun ini. (tyo)
Editor : Bahana.