Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggarkan Rp 500 Juta untuk TPS Sementara, Upaya Pemkab Bantul saat Ditutupnya TPST Piyungan

Gregorius Bramantyo • Selasa, 9 April 2024 | 16:00 WIB
SUDAH PENUH: Kondisi riil TPST Piyungan yang secara matematis sudah tak ada ruang lagi untuk menampung pembuangan sampah dan dipastikan tutup pertengahan April.
SUDAH PENUH: Kondisi riil TPST Piyungan yang secara matematis sudah tak ada ruang lagi untuk menampung pembuangan sampah dan dipastikan tutup pertengahan April.


RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul. TPS sementara akan dioperasikan sembari menunggu pembangunan tiga Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) rampung.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, TPS sementara itu sengaja diselesaikan lebih cepat sebagai antisipasi ditutupnya TPST Piyungan.


Pemkab Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk membangun TPS sementara itu. Anggaran tersebut berasal dari APBD Bantul 2024. Saat ini anggaran tersebut telah siap untuk direalisasikan. “Anggaran sudah siap, tinggal menjalankan saja. Begitu TPST Piyungan ditutup, maka tempat tersebut harus siap digunakan,” kata Bambang.


TPS sementara yang berada di lahan seluas 3.600 meter persegi itu hanya akan digunakan selama empat bulan.

Kapasitas dari TPS sementara yang dibangun tersebut adalah 9.700 meter kubik. Pemkab Bantul sendiri akan mengirim sampah sekitar 50 ton per hari di lokasi tersebut. “Sampah yang masuk nanti juga dipilah dulu," ucap Bambang.

Pemilihan lokasi TPS sementara di Gadingsari karena pemerintah kalurahan setempat sudah siap. Kemudian tanah yang digunakan untuk lokasi TPS bukan berstatus Sultanaat Grond. Namun tanah kas desa. Lokasi tersebut dinilai telah memenuhi kriteria. "Selain mudah dijangkau, lokasinya juga jauh dari permukiman padat penduduk," ujarnya.


Bambang memastikan keberadaan TPS sementara tersebut tidak akan mencemari lingkungan. Sampah yang ada di TPS akan disemprot dengan eco lindi untuk mencegah bau dan lalat.


Selain itu, akan ada penutup berupa geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah. Kemiringan dan bak penampungan air lindi juga diatur dan semua permukaan berlapis geomembran. "Semua itu agar air sampah atau lindi tidak mencemari tanah. Semua itu sudah kami sosialisasikan ke warga," jelasnya.


Selain menyiapkan timeline pematangan lahan dan pembangunan, pemkab dan Pemkal Gadingsari juga telah melakukan sosialisasi ke warga terkait pembangunan TPS sementara itu. Pemkab Bantul terus berpacu untuk mempercepat pembangunan TPS sementara. Sebab, tiga TPST yakni di Modalan, Dingkikan, dan Bawuran belum rampung pembangunannya. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#APBD Bantul #Pemkab Bantul #TPST Piyungan