RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menjadikan sampah sebagai sumber baru tenaga listrik. Rencana itu akan dilaksanakan di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pusat Karbonasi Bawuran, Pleret, Bantul.
Ketua Perumda Aneka Dharma Bantul Yuli Budi Sasangka mengatakan, pengolahan sampah menjadi sumber tenaga listrik ini memang telah menjadi rencana ke depan. Menurutnya, hal ini menjadi cita-cita besar Kabupaten Bantul.
“Apalagi belum lama ini kami telah mendapatkan izin guna tanah dari gubernur sebanyak tujuh hektare untuk tempat pengolahan,” ujarnya.
Yuli menyebut, ITF Bawuran yang rencana mulai beroperasi pada Mei 2024 akan menyediakan tiga instalasi. Dari masing-masing instalasi, nantinya akan menghasilkan produk yang berbeda.
Produknya yaitu green lamber atau kayu hijau dari plastik. Lalu listrik dari hasil pirolisis atau pemanasan tingkat tinggi yang kemudian menghasilkan listrik. “Kemudian juga menghasilkan pupuk organik,” jelasnya.
Dia mengatakan, pihaknya juga akan kerja sama dengan dinas pertanian terkait dengan hasil pupuk tersebut agar bisa dimanfaatkan. Sehingga ITF tidak hanya memproduksi saja, tapi juga melakukan kerja sama dengan banyak pihak.
“Harapan ekosistem persampahan di Bantul dan daerah lainnya bisa jadi satu ekosistem besar. Agar keberadaan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) semacam ini dapat lebih membantu masyarakat,” harapnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Pemkab Bantul sedang membangun tiga TPST di tiga lokasi dalam mengejar percepatan desentralisasi pengelolaan sampah. Yaitu ITF Pusat Karbonasi Bawuran, Pleret; TPST Modalan, Banguntapan dan TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu.
Pada akhir April, ITF Pusat Karbonasi Bawuran selesai dan sudah dapat beroperasi pada awal Mei. Kemudian TPST Modalan rencananya selesai September. Lalu TPST Argodadi juga selesai di September.
Halim menambahkan, pembangunan beberapa TPST berkapasitas puluhan ton ini bukan satu satunya yang telah dilakukan. Menurutnya, jauh sebelum itu, Pemkab sudah melakukan pembangunan instalasi pengolahan sampah di beberapa kelurahan.
“Di antaranya di Panggungharjo, Guwosari, Potorono, Karangtengah, Bangunharjo, dan memang itu semua difasilitasi pemerintah untuk mendorong kemandirian pengelolaan sampah di level kalurahan,” jelasnya. (tyo/eno)