BANTUL – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memproyeksikan bahwa panen raya di wilayah Bantul akan terjadi pada bulan April hingga Mei 2024.
Produksi gabah kering panen (GKP) pada masa panen ini diperkirakan mencapai 8 hingga 9 ton.
Sementara untuk produksi gabah kering giling (GKG) ada sekitar 7,6 hingga 7,7 ton.
”Dari total luasan panen saat ini sekitar 4 ribu hektare,” ujar Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Rabu (3/4/2024).
Ia menyampaikan, saat ini pun sebenarnya sudah terjadi panen di beberapa titik secara merata. Masa panen sudah dimulai sejak awal Maret lalu.
Meskipun secara jumlah diakuinya memang belum terlalu banyak.
“Sewon sebentar lagi banyak panen besar setelah lebaran. Di Kretek, Jetis, Imogiri, Piyungan, Sedayu juga sudah panen walaupun di spot-spot tertentu,” ungkapnya.
Joko menyebut, perkiraan luasan lahan yang ditanami di masa tanam pertama ini sekitar 12 hingga 14 ribu hektare.
Semua lahan pertanian di Bantul menurutnya sudah ditanami. Hanya saja tidak dilakukan secara serentak.
"Karena faktor cuaca yakni hujan yang tidak merata,” katanya.
Jika dilihat secara tren, panen bulan April ini akan mulai naik dan terus meningkat hingga Mei 2024.
Menurut Joko, pada Desember 2023 lalu memang belum banyak terjadi hujan. Sehingga masa tanam baru dilakukan pada Januari dan Februari 2024.
“Akibatnya panennya di bulan April dan Mei 2024,” jelas Joko.
Ia menjelaskan, pada 2023 lalu panen raya terjadi pada Februari dan Maret.
Sebab, masa tanam sudah dimulai pada November hingga Desember di tahun sebelumnya. Hal itu karena curah hujan pada 2022 masih tinggi.
Joko berharap petani bisa memaksimalkan masa tanam. Jangan sampai menanam terlalu lama setelah panen.
“Harapan kami segera diolah dan ditanami lagi, paling tidak dua minggu setelah panen untuk ditanami lagi. Agar nanti tidak molor produksinya,” harapnya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Patalan Sumantri mengatakan, harga gabah anjlok menjelang lebaran.
Di kelompok taninya, harga gabah kering panen hanya di kisaran Rp 5.500 per kilogram.
Menurutnya, harga gabah kering panen biasanya berada di kisaran Rp 7.200 per kilogram.
“Kemungkinan masih turun lagi karena lagi banyak panen,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, masa panen saat ini berbeda dengan sebelumnya.
Saat ini, menurutnya, kadar air di lahan lebih tinggi. Dampaknya membuat banyak penyusutan panen karena rendemen rendah.
Di kelompok taninya, penyusutan hasil panen bisa mencapai 25 persen.
“Panen tetap rata-rata tujuh ton per hektare, tapi menyusut 25 persen setelah dikeringkan. Biasanya kalau jarang hujan, hasil panen cuma menyusut 10 persen,” ucap Sumantri. (tyo)
Editor : Amin Surachmad