BANTUL – Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kabupaten Bantul masih kekurangan ratusan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Pada tahun 2024, semua kebutuhan LJU di lokasi tersebut belum dapat terakomodir seluruhnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Singgih Riyadi mengatakan, kebutuhan LPJU di JJLS mencapai 500 unit.
Sebelumnya, pihaknya telah menghitung kebutuhan LPJU di JJLS yang berada di Kabupaten Bantul.
Dari perhitungan tersebut, kemudian terpetakan bahwa LPJU di JJLS masih memerlukan sekitar 500 titik lagi.
“Dari Srandakan ke timur hingga simpang empat Jalan Parangtritis. Saat ini LPJU di sana masih minim, kurang dari seratus titik,” ujarnya, Jumat (22/3).
Selain itu, Dishub Bantul juga telah mengajukan kebutuhan LPJU tersebut kepada Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Yogyakarta.
Dishub Bantul juga telah menghitung kebutuhan LPJU di beberapa ruas jalan provinsi yang berada di Bantul.
"Sudah kami sampaikan kebutuhannya sekian. Kalau mereka memberikan bantuan keuangan ke Pemda ya nanti kami yang mengadakan. Kalau mereka sendiri yang mengadakan, mereka sudah ada datanya," beber Singgih.
Sementara itu, Staf BPTD Kelas III Yogyakarta Karsi mengakui sebelumnya telah mendapatkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) dari Polda DIY dan Ditlantas DIY. Terkait kebutuhan LPJU di JJLS.
Ia mengaku pihaknya akan menindaklanjuti hasil tersebut.
"Nanti akan kami inventarisir kebutuhan itu (LPJU), kalau dimungkinkan bisa ditindaklanjuti dan dipenuhi, akan diupayakan," katanya.
Karsi mengatakan, di tahun 2024 pengadaan LPJU di DIY hanya 23 unit.
Selain itu, akan ada pengadaan rambu lalu lintas 120 unit, Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) 4 unit, Warning Light (WL) 12 unit, paku jalan 600 pcs, guardrail 80 meter, dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) 2 unit.
“LPJU dan APILL akan dipasang di seluruh ruas jalan nasional DIY, berdasarkan prioritas usulan dari kabupaten yang belum terpenuhi tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia menyebut, dari jumlah tersebut belum ditentukan berapa alokasi LPJU yang akan ditempatkan di JJLS.
Karsi menilai, pergerakan orang selama musim libur di DIY selama ini masih condong menggunakan jalan provinsi dan kabupaten.
Sehingga ruas JJLS yang sudah dapat dilintasi masih lengang.
"Kalau kita lihat fenomena kemarin, kami monitoring selama Natal dan Tahun Baru di JJLS pengguna jalan masih minim sekali," ungkapnya.
Terkait jumlah perkiraan pergerakan orang yang melintas di JJLS, Karsi mengaku belum pernah ada traffic counting (TC) di sana.
Meski begitu, dari monitoring yang dilakukan BPTD Kelas III Yogyakarta pada Nataru 2023, menurutnya pergerakan orang dari Kulon Progo, Jogja, dan Gunungkidul masih mendominasi menggunakan jalan antar provinsi. Terutama, saat siang hari.
Baca Juga: Menyingkap Keindahan Soundtrack Avatar yang Terinspirasi dari Tarian Kecak Bali
"Yang lewat JJLS itu, masuk Kota Bantul dan ke Mangunan pun sangat sedikit, karena dia tahu medannya mungkin, apalagi di malam hari," ujar Karsi.
Meski begitu, menurutnya, kebutuhan LPJU di JJLS tetap menjadi perhatian. Lantaran jalan tersebut menghubungkan beberapa destinasi wisata.
"Tetapi tidak kalah pentingnya itu (LPJU) menjadi perhatian kami, karena di situ menjadi jalur wisata. Nantinya untuk pemudik sehabis lebaran, biasanya melakukan wisata," katanya. (tyo)