Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Lebaran, Dishub Bantul Akan Ganti LPJU Konvensional Menjadi LED

Gregorius Bramantyo • Rabu, 20 Maret 2024 | 02:09 WIB

TERANG: Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi.
TERANG: Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi.

BANTUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul berencana mengganti beberapa Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) konvensional menjadi light emitting diode (LED) jelang Lebaran 2024.

Ada 30 titik LPJU yang lampunya akan diganti menjadi LED.


Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi menyampaikan, puluhan LPJU itu tersebar di sejumlah titik. Seperti di Kota Bantul, mulai dari simpang tiga Ringroad Nogosari ke arah barat menuju Rumah Dinas Bupati Bantul.

Kemudian ke arah perempatan Gose hingga Kompleks Parasamya.

Lalu, penggantian juga dilakukan pada 150 titik LPJU di ruas Jalan Parangtritis dari perempatan Druwo hingga perempatan Bakulan.

"Itu akan kami ganti semua lampunya dari konvensional dengan LED sebelum Lebaran. Insya Allah nanti terang benderang saat malam Lebaran," ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/3).

Dishub Bantul menargetkan seluruh lampu LPJU konvensional di sepanjang Jalan Parangtritis nantinya akan diganti dengan LED. 

Ia menilai, penggunaan LPJU dengan LED lebih hemat listrik, ramah lingkungan, dan lebih terang dibandingkan dengan yang konvensional.

"Dari konsumsi listriknya itu hemat listrik hampir 50 persen, biaya beban listrik akan hemat. Tapi nanti bertahap sesuai dengan anggaran yang ada,” ucap Singgih.


Ia menjelaskan, saat ini masih ada sekitar empat ribu hingga lima ribu LPJU konvensional yang terpasang di Bantul.

Di ruas jalan protokol Bantul pun masih ditemukan lampu konvensional yang telah dipasang sebelum tahun 2011.

Singgih menuturkan, untuk pengadaan lampu LED membutuhkan anggaran Rp 6,5 juta per unit untuk ukuran 90 watt.

Sementara Rp 4,5 juta per unit untuk ukuran 60 watt.

"Untuk jalan desa pakai yang 60 watt, untuk jalan provinsi dan kabupaten pakai yang 90 watt," katanya.

Selain itu, menurut Singgih, beberapa ruas jalan lainnya yang dinilai masih memerlukan tambahan LPJU antara lain di Jalan Samas ke arah utara, sekitar Pundong, dan di Jalur Cinomati.

Untuk di Jalur Cinomati akan ada penambahan enam unit LPJU tenaga surya dari Kementerian Perhubungan yang akan dipasang di bulan ini.

"Kemarin kami mengajukan 15 unit, yang di-ACC enam unit, nanti kami lengkapi secara bertahap," ungkapnya.

Kemudian, Dishub Bantul juga telah menyampaikan masukan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III DIY untuk pengadaan LPJU di beberapa ruas jalan nasional.

Antara lain di Ringroad Selatan dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Ada sejumlah laporan dan aduan dari masyarakat terkait LPJU di Ringroad Selatan yang menyala kurang terang, bahkan mati.

“Sudah kami sampaikan ke BPTD Jogja. Mereka secara bertahap sudah ada perbaikan tapi memang belum menyeluruh. Ada beberapa spot yang masih blank spot dan gelap," katanya.

Singgih mengatakan, ruas JJLS sendiri masih membutuhkan sekitar 500 unit LPJU.

Mulai dari Srandakan ke timur hingga simpang empat Jalan Parangtritis arah Kelok 23. Sementara saat ini di JJLS hanya terpasang kurang dari 100 unit LPJU.

"Sudah kami hitung, kalau mereka (Kementerian Perhubungan) memberikan bantuan keuangan ke Pemda Bantul nanti kami yang mengadakan. Kalau mereka sendiri, ya, mereka sudah ada datanya, menjadi kewenangan pusat," jelas Singgih.


Singgih mengungkapkan, anggaran pemeliharaan per tahun masih jauh dari kebutuhan.

Maka, dalam pemeliharaan, jawatannya memprioritaskan untuk lampu penerangan di jalan utama dan jalan protokol.

“Untuk perbaikan yang jalan lain kalau tidak harus mengganti lampu kami lakukan perbaikan sederhana," ungkapnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Dishub Bantul #LPJU #jalan protokol #jelang lebaran