Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alokasi PPBMP di Bantul Disesuaikan Kebutuhan Setiap Wilayah

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 16 Maret 2024 | 00:12 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Bantul Sri Nuryanti.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Bantul Sri Nuryanti.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meminta setiap padukuhan mengalokasikan anggaran Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sesuai kebutuhan di setiap wilayah.

Namun, Pemkab Bantul menekankan agar penggunaan dana tersebut diprioritaskan untuk penanganan sampah pada 2024.

Beberapa padukuhan memprioritaskan dana tersebut untuk pengelolaan sampah. Seperti Padukuhan Bogoran di Kalurahan Trirenggo.

Dari jumlah dana sebesar Rp 50 juta, sebanyak Rp 30 juta dialokasikan untuk penanganan sampah.

“Lalu, masing-masing Rp 10 juta sisanya untuk pendidikan dan kesehatan,” kata Dukuh Bogoran Hasti Dian Pertiwi, Jumat (15/3).

Ia menjelaskan, padukuhannya telah mengajukan pengadaan ember sampah kepada pemkab.

Sebab, ember sampah di padukuhan tersebut belum merata. Baru satu RT yang memiliki ember sampah.

“Gunanya untuk memilah sampah. Itu turunnya juga baru tahun kemarin,” ujarnya.

Hasti menyebut, di padukuhannya sebenarnya telah memiliki bank sampah. Selain itu juga ada program sedekah sampah.

Yakni, pengelolaan sampah yang dikumpulkan dari warga sebagai media sedekah.

“Tapi, juga masih ada beberapa sampah yang dibuang ke TPS,” sebutnya,

Hali itu masih dilakukan lantaran Padukuhan Bogoran tidak memiliki cukup lahan untuk lokasi pemilahan dan pengolahan sampah.

Sebab, Kalurahan Trirenggo sendiri berada di Kapanewon Bantul di mana lokasi tersebut cukup padat penduduk.

“Kalau ada lahan kosong bisa dipakai untuk alat pencacah untuk mengolah. Jadi bisa mengolah semuanya,” ucap Hasti.

Berbeda dengan Padukuhan Bogoran, alokasi dana PPBMP di Padukuhan Kranggan justru diprioritaskan di sektor pendidikan PAUD.

Padukuhan yang berada di Kalurahan Murtigading, Sanden itu memang tidak memiliki persoalan sampah yang berarti.

Dukuh Kranggan Sukirman mengatakan, persoalan sampah tidak menjadi masalah di padukuhannya.

Sebab, mengatasinya bisa dengan cara dibakar. Lalu sampah organik bisa ditimbun untuk menjadi pupuk.

“Tapi dari BUMKal juga ada kegiatan penarikan sampah dengan membayar retribusi,” jelasnya.

Ia menyampaikan, Padukuhan Kranggan memiliki kelompok pengolah sampah. Namun belum memiliki rumah pilah. Sebab belum ada dana untuk hal tersebut.

“Tapi sudah ada rintisan pada saat musyawarah dusun. Tapi tahun ini alokasi terbesar tetap untuk PAUD,” katanya.

Sektor pendidikan menjadi prioritas karena Padukuhan Kranggan memiliki satu PAUD yang telah terakreditasi B.

Padahal, bangunan PAUD tersebut saat ini masih menyewa di teras rumah milik warga.

Sukirman menyebut, porsi alokasi dana PPBMP di padukuhannya telah dimusyawarahkan secara bersama dengan ketua RT, LPMD, tokoh masyarakat, dan karang taruna.

"Sudah melalui musyawarah dusun, semua sudah sepakat kalau prioritas di pendidikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Bantul Sri Nuryanti menjelaskan, setiap padukuhan mengalokasikan dana dari PPBMP sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.

Pada bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.

“Tidak semua untuk pengelolaan sampah, tetap sesuai dengan wilayah masing-masing,” ucapnya.

Bagi padukuhan yang berada di daerah suburban, maka alokasinya akan lebih besar untuk pengelolaan sampah.

Kemudian untuk daerah pedesaan akan cenderung untuk pendidikan atau kesehatan. Peruntukannya sesuai dengan Peraturan Bupati Bantul No.4/2023 tentang Bantuan Keuangan kepada Kalurahan PPBMP.

Beberapa wilayah yang alokasi dananya fokus pada penanganan sampah antara lain di Kapanewon Sewon dan Banguntapan.

Di wilayah tersebut, dana PPBMP dialokasikan untuk pengadaan sarana prasarana dan pelatihan pengelolaan sampah.

Meski begitu, tidak ada padukuhan di daerah suburban yang mengalokasikan seluruh dana PPBMP untuk penanganan sampah.

Persoalan sampah menjadi fokus dalam alokasi PPBMP tahun ini. Sebab produksi sampah lebih besar dan lahan yang ada minim untuk pengelolaan mandiri.

“Karena kalau daerah urban dengan daerah pedesaan berbeda,” ujar Nuryanti.

Pada 2024 ini anggaran untuk PPBMP masih sama dengan tahun sebelumnya. Yakni Rp 46,6 miliar. Rinciannya Rp 50 juta untuk total sebanyak 933 padukuhan di Bantul. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#PPBMP #penanganan sampah #Pemkab Bantul