Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Warga Tasikmalaya Edarkan Uang Palsu di Kasihan Bantul, Aksinya Digagalkan Pemilik Warung

Gregorius Bramantyo • Kamis, 14 Maret 2024 | 22:51 WIB
TIDAK ASLI: Barang bukti 27 lembar uang palsu pecahan Rp 10 ribu yang disita dari pelaku.
TIDAK ASLI: Barang bukti 27 lembar uang palsu pecahan Rp 10 ribu yang disita dari pelaku.

BANTUL – Polres Bantul mengimbau warga untuk mengantisipasi peredaran uang palsu memasuki bulan suci Ramadan 1445 Hijriah.

Warga diminta selalu memeriksa dengan teliti saat melakukan transaksi mengunakan uang tunai.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana menjelaskan, memasuki bulan suci Ramadan, transaksi masyarakat akan meningkat.

Momen itu sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan.

"Sudah terjadi kasus dugaan peredaran uang palsu yang terjadi di wilayah Kasihan Bantul pada Rabu (13/3) kemarin. Kami meminta masyarakat selalu memeriksa secara teliti saat melakukan transaksi menggunakan uang tunai," ujarnya, Kamis (14/3).

Kejadian dugaan tindak pidana tersebut, kata Jeffry, terjadi di sebuah warung di Padukuhan Kasihan, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul.

Sepasang suami istri asal Tasikmalaya, Jawa Barat, diringkus polisi usai membeli korek gas di dua warung menggunakan uang palsu pecahan Rp 10 ribu.

Jeffry mengatakan, awalnya ada seorang pria yang datang ke warung Madura milik Suyitno, 26, di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Rabu (13/3) sekitar pukul 21.00. Pelaku membeli korek gas dengan uang pecahan Rp 10 ribu.

Jeffry menyebut, awalnya Suyitno sudah menaruh curiga kepada orang yang membeli dengan menggunakan uang diduga palsu.

Setelah selesai transaksi, Suyitno pun mengecek keaslian uang dari pembeli tersebut. “Ternyata uang tersebut palsu,” terang Jeffry.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kasihan. Selanjutnya, korban bersama dengan petugas membuntuti pelaku yang mengendarai mobil Mazda 2 warna merah.

Ternyata pelaku kembali membeli korek gas di warung Madura lainnya.

Polisi yang tiba di lokasi berhasil mengamankan dua terduga pelaku. Masing-masing adalah Ilham Muhammad Wildan, 30, dan Namra Rizky Aditya, 25. Keduanya adalah warga Tasikmalaya, Jawa Barat.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa uang yang diduga palsu dengan pecahan Rp 10 ribu sebanyak 27 lembar, korek gas dan kembalian uang asli dalam kantong plastik.

Serta satu unit mobil Mazda/2 warna merah yang digunakan para pelaku.

Berkaca dari kasus ini, Jeffry meminta keterlibatan serta kerjasama semua pihak untuk dapat membantu mengurangi peredaran uang palsu.

Juga menjaga keamanan transaksi ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.

"Kewaspadaan itu sangat penting. Apalagi mendekati Lebaran sepert ini, orang mau tukar-tukar uang, mecah uang, kan banyak. Sasarannya biasanya warung-warung kelontong yang buka 24 jam," beber Jeffry.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak segan melapor ke pihak kepolisian jika menemukan uang palsu. Sebab peran aktif masyarakat akan sangat membantu.

"Masyarakat juga monggo, kalau memang menemukan ada uang palsu, silahkan laporkan ke Polres Bantul maupun polsek. Jadi kami pun melakukan penyelidikan, biar tidak terjadi orang yang tertipu uang palsu," imbau Jeffry. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#uang palsu #tasikmalaya #polres bantul