BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat ada 31 kejadian bencana telah terjadi selama Februari 2024.
Dari jumlah tersebut, kejadian terbanyak adalah pohon tumbang sebanyak 20 kejadian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Juga, terus memantau adanya peringatan dini dan informasi cuaca ekstrem.
Selain itu, Antoni juga meminta masyarakat untuk memangkas pohon besar yang lapuk secara mandiri.
Kemudian memangkas pula cabang dan dahan pohon yang berlebihan.
"Yang berpotensi roboh jika diterpa hujan deras dan angin kencang,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (12/3).
Menurutnya, dari pengalaman evakuasi yang dilakukan BPBD Bantul, ada banyak pohon besar yang terlihat kokoh.
Namun bisa roboh karena akarnya hanya serabut dan tak menjalar terlalu dalam ke tanah.
“Sehingga itu yang membahayakan,” imbuh Antoni.
Antoni menyebut, semua personel saat ini siap dan siaga.
Terutama untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.
Ia berharap, masyarakat rutin memantau kondisi pohon di sekitar lingkungannya.
Apakah berpotensi untuk roboh atau tidak jika diterpa angin kencang dan hujan deras.
"Hindari pohon besar dan tiang listrik yang rawan,” katanya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul bekerja sama dengna sjumlah instansi seperti BPBD dalam melakukan pemangkasan pohon di sejumlah ruas jalan.
Selain itu, DLH Bantul juga merespons dengan penindakan apabila ada laporan dari masyarakat terkait phon besar yang beroptensi tumbang.
“Kami sudah ada jadwal pemotongan (pohon) rutin. Tapi kami juga menerima informasi dan laopran masyarakat. Kami kirim tim untuk melakukan asesmen, perlu tidaknya dilakukan penebangan,” jelas Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho.
ia mengatakan, pemotongan rutin yang terjadwal adalah untuk pohon-pohon besar yang ada di ruas jalan protokol Bantul.
Di sejumlah lokasi itu juga ada sejumlah pohon atau tanaman yang menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.
DLH Bantul sendiri selama ini sudah bekerja sama dengan DLHK DIY terkait pemangkasan pohon di jalan yang berstatus provinsi itu.
“Tetapi yang lebih penting adalah kesadaran warga yang di sekitarnya. Apalagi pohon rimbun yang membahayakan. Bisa dengan pemangkasan mandiri, apabila kesulitan kami juga siap memfasilitasi,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad