Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Supaya Digugu Lan Ditiru Muridnya, Pak Guru dan Bu Guru Kompak Jauhi Narkoba

Gunawan RaJa • Senin, 11 Maret 2024 | 22:30 WIB
DICONTOH - Workshop bahaya narkoba bagi generasi muda untuk guru dan karyawan SMPN 1 Bantul pada Jumat (8/3/2024)
DICONTOH - Workshop bahaya narkoba bagi generasi muda untuk guru dan karyawan SMPN 1 Bantul pada Jumat (8/3/2024)

JOGJA - Guru dan karyawan SMAN 1 Bantul sedang mengaktualisasikan prinsip 'guru digugu lan ditiru'. Mereka ingin peserta didik mengikuti dan meniru langkahnya dalam gerakan melawan narkoba.

Terlebih dari rapor pendidikan sekolah ada satu poin yang memang harus ditingkatkan, yaitu poin keamanan sekolah.

"Salah satunya aman guru dan karyawan aman dari bahaya narkoba," kata Humas SMAN 1 Bantul, Sumarsih Spd Minggu (11/3/2024).

Untuk kepentingan tersebut, pada Jumat (8/3/2024) di SMAN 1 Bantul berlangsung workshop bahaya narkoba bagi generasi muda untuk guru dan karyawan.

"Kami khan, punya tim TPPK, atau tim penanggulangan kekerasan di sekolah dan salah satu agendanya adalah workshop ini," ujarnya.

Dalam materi workshop bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Bantul, guru dan karyawan memperoleh banyak informasi tentang jenis-jenis narkoba.

"Karena kamuflasenya khan, banyak ya obat-obatan terlarang itu. Nama-namanya yang dijual di pasar itu dikenalkan kepada kami," ungkapnya.

Nah, dengan pengetahuan itu kedepan guru maupun karyawan akan lebih mudah mendeteksi jika terjadi penyalahgunaan narkoba pada lingkungan satuan pendidikan.

"Bisa lebih cepat mengetahui dan melakukan pencegahan. BNN juga memberi tahu mengenai dampak buruk bagi penggunaan obat-obatan maupun zat berbahaya bagi kesehatan," ucapnya.

Mengingat pelajar dalam pergaulannya tidak hanya lingkungan sekolah, pihaknya juga kerjasama dengan orang tua murid. 

"Kalau liburan seperti ini kami memberikan surat edaran kepada orang tua supaya nanti mengawasi putra putrinya agar terhindar dari pergaulan yang salah," tegasnya.

Melalui paguyuban orang tua (POT), sekolah intens komunikasi untuk emalkukan pemantauan aktivitas anak. Di sekolah sendiri ada satuan pengamanan yang mobile melakukan pengawasan.

"Khan, sering itu ada anak-anak yang mojok. Nah, itu didatangi oleh satuan pengamanan," terangnya.

Dari siswa sendiri ada organisasi yang konsen dalam dalam kesehatan. Unit kegiatan siswa (UKK) dibawah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berupaya dan bersinergi melakukan pencegahan narkoba.

Kemudian nanti pada tahun ajaran baru sekolah mengadakan sosialisasi bahaya narkoba untuk kelas X, XI maupun XII. Bekerjasama dengan Badan BNN Provinsi DIJ, juga dilakukan sosialisasi kepada anak-anak.

"Sebagai upaya melawan narkoba, kami juga kolaborasi dengan pihak kepolisian. Tahun ajaran baru nanti akan ada sosialisasi bahaya narkoba dari kepolisian," jelasnya. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#organisasi #Siswa #Sekolah