JOGJA - Yayasan Majelis At Turots Al Islamy dan Islamic Center Bin BAZ, Jogjakarta memberikan penghargaan kepada para santri penghafal Al quran. Mereka adalah para santri berjumlah 439 orang.
Ratusan santriwan dan santriwati hafizd quran berasal dari Islamic Center Binbaz, Jamilul Rohman, STIT MA, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani, Islamic Center Bin BAZ Cabang Pontianak dan Cabang Wangon.
Ketua Divisi Pendidikan Dasar dan Menengah Islamic Center Bin BAZ, Nur Apriyanto mengatakan sebanyak 439 hafizd Alquran diwisuda di halaman kampus Islamic Center Bin BAZ, Piyungan, Bantul pada Sabtu (2/3/2024). Wisuda Akbar ini adalah salah satu bentuk apresiasi dari yayasan kepada para penghafal Alquran.
"Santriwan dan santriwati penghafal Al quran ini memiliki prestasi luar biasa. Sebab, tak banyak yang mampu menghafal 30 juz Alquran hanya dalam waktu belajar selama 1 tahun," kata Nur Apriyanto Jumat (8/3/2024).
Karena itu, diharapkan para wisudawan dan wisudawati mampu menjadikan Al-quran sebagai karakter dan tuntunan hidup. Selain itu, mereka diharapkan selain mampu menghafalkan, juga mengamalkan dan mendakwahkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
"Wisudawan dan wisudawati itu berasal dari jenjang Salafiyah Ula atau setingkat Sekolah Dasar, Salafiyah Wustho atau setingkat SMP dan dari MA atau setingkat SMA," terangnya.
Selain itu, kata Nur, hafidz dan hafidzoh juga berasal dari perguruan tinggi yakni STIKES Madani dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani. Yang menarik, satu wisudawan terbaik mendapatkan hadiah berupa tabungan haji muda.
"Nggak nyangka kalau anak saya menjadi wisudawan terbaik. In syaa Allah, ini akan menjadi modal awal menghadapi kehidupan," kata seorang wali santri, Manyong.
Manyong menuturkan, anaknya sejak kecil memang menginginkan sekolah di pesantren. Kemudian mendaftar ke Pesantren Islamic Center Bin BAZ. Wisuda Akbar berlangsung meriah. Dihadiri para pejabat Kementerian Agama, Pemda Provinsi DIJ dan duta besar Kuwait, Yaman dan Saudi Arabia.
Di tengah-tengah rangkaian acara wisuda Akbar, para hafidz dan hafidzoh juga menjalani uji publik. Uji publik dilakukan oleh para ustadz untuk mengetahui tingkat hafalan dan kefasihan mereka atas ayat-ayat Alquran, baik surat-surat Makiyah maupun Madaniyah.
"Menjadi penghafal Alquran membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Rasanya berbeda sekali bisa menghafal Alquran," kata salah satu wisudawan M Arya Farel. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin