RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir Mei. Perpanjangan dilakukan usai menerima rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang adanya potensi cuaca ekstrem dan pancaroba hingga Mei mendatang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, saat ini telah memasuki musim pancaroba. Sehingga di musim pancaroba ini kewaspadaan harus ditingkatkan. Maka dari itu, status siaga darurat diperpanjang. “Sudah kami sampaikan ke bupati, sudah di meja beliau. Tinggal ditandatangani saja,” ujarnya kemarin (1/3).
Dia menjelaskan, sebelumnya status siaga tersebut berlaku sejak 1 Desember 2023 hingga 29 Februari 2024. BMKG memperkirakan, Maret hingga Mei mendatang adalah masa peralihan. Setelah Mei diprediksi akan memasuki musim kemarau. Menurutnya, di musim pancaroba sering terjadi bencana akibat cuaca ekstrem. Seperti angin kencang, hujan deras, sungai banjir, dan tanah longsor. “Sekarang menuju ke pancaroba, itu yang paling ngeri,” sebutnya.
Sementara di tahun lalu, status darurat siaga bencana hidrometeorologi di Bantul tidak sampai bulan Mei. Sebab ada pengaruh El Nino. Di mana El Nino juga berpengaruh hingga saat ini. Yakni musim penghujan namun intensitas hujannya rendah. “Jadi karena faktor El Nino jadi kacau semua. Cuaca jadi tidak normal,” kata Antoni.
Perpanjangan status siaga darurat ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana. Dia berharap saat ada musibah atau bencana alam, maka penanganan akan lebih dapat dioptimalkan. “Tentu kita tidak ingin ada bencana. Tapi tetap waspada. Selain itu, jika ada bencana kita bisa langsung meluncur dan melakukan penanganan dengan cepat,” tambah Antoni.
Terkait dengan kejadian bencana di Februari, sejauh ini masih dilakukan rekapitulasi oleh Pusdalops BPBD Bantul. Namun secara garis besar, Antoni menilai jumlah kejadian bencana yang terjadi pada Februari masih didominasi dengan kejadian pohon tumbang. “Hanya kejadian kecil-kecil. Berbeda dengan Januari kemarin yang memang didominasi berupa gerakan tanah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, BPBD Bantul tetap menyiagakan seluruh personel yang dimiliki. Bersama dengan para relawan untuk bersiaga dan siap untuk diturunkan apabila terjadi bencana. Selain itu, masyarakat juga diminta berperan aktif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana di wilayahnya. Guna mengantisipasi adanya banjir, BPBD Bantul meminta warga untuk memastikan kebersihan di lingkungan sekitar rumah. Serta memastikan salurah-saluran air tidak ada yang tersumbat. “Masyarakat juga kami imbau untuk memotong dahan dan ranting pohon yang sudah rimbun agar kemungkinan pohon tumbang bisa diminimalisir,” imbau Antoni. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita