BANTUL – Kabupaten Bantul saat ini masih kekurangan early warning system (EWS) banjir. Meskipun saat ini sedang memasuki musim penghujan.
Pemkab Bantul telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi dari Desember 2023 hingga akhir Februari 2024.
Teknisi EWS Tsunami dan Komunikasi BPBD Bantul Ruwadi Bege menjelaskan, saat ini di Bantul hanya ada enam unit EWS banjir dari kebutuhan sekitar 10-15 unit EWS banjir.
Dari jumlah EWS banjir yang ada, dua unit di antaranya mengalami kerusakan.
Ia menyampaikan, dua unit EWS yang rusak tersebut berada di Jembatan Kiringan, Kalurahan Canden, Jetis dan Jembatan Kedungjati, Kalurahan Selopamioro, Imogiri.
Di kedua lokasi tersebut, sensor EWS banjir rusak dan sinyal GSM-nya rusak.
Sehingga saat debit air meningkat, EWS banjir tersebut tidak dapat mengirimkan sinyal peringatan dini.
"Kerusakannya itu telah terjadi sejak sekitar tiga bulan lalu,” katanya, Senin (26/2).
Menurut Ruwadi, kerusakan sensor banjir tersebut membuat EWS banjir tersebut perlu diganti. Pihaknya sudah mengusulkan untuk pergantian alat sensor EWS banjir.
Ia menyebut, EWS tersebut telah ada sejak lima tahun lalu dan baru kali ini mengalami kerusakan.
“Sensornya tetap diganti, tidak bisa diperbaiki,” ujarnya.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan terkait perbaikan dua EWS banjir tersebut.
“Perbaikan EWS banjir menunggu anggaran dan arahan pimpinan untuk diperbaiki,” ungkapnya.
Aka menyampaikan, jumlah EWS banjir di Bantul sendiri masih belum mencukupi kebutuhan. Menurutnya, dibutuhkan sekitar 10-15 unit EWS banjir di Bantul.
“Tentunya kurang. Kalau dinyatakan cukup itu kurang, kalau berbicara early warning sebelum kejadian idealnya sudah ada peringatannya,” ucapnya.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Sebut Ada Potensi Angin Kencang di Seluruh Wilayah DIY, Ini Hari dan Tanggalnya!
Lantaran masih kekurangan EWS, Aka mendorong optimalisasi peringatan dini banjir melalui Pos Siaga Darurat Banjir-Longsor di 36 titik.
Menurutnya, sistem peringatan dini banjir dapat dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan komunikasi yang ada di pos siaga darurat tersebut.
Baca Juga: Rugi Berjuta-Juta! Pria Ini Jemur Uang Rp30 Juta yang Basah Terendam Banjir, Video Viral di Sosial Media!
Sehingga tidak hanya mengandalkan EWS banjir saja. Tetapi juga mengoptimalkan peran masyarakat, relawan, dan pemerintah kalurahan.
“Dengan membentuk pos siaga banjir di Bantul sesuai surat keputusan siaga banjir yang telah ditetapkan,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad