Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Talang Air Hancur dan Kanopi Berlubang, Pasar Niten Bantul Memerlukan Perbaikan

Gregorius Bramantyo • Selasa, 20 Februari 2024 | 00:43 WIB
RISIKO: Pengunjung pasar melintas di bawah kanopi los Pasar Niten yang berlubang. Kanopi yang berlubang dan talang air yang rusak membuat bagian dalam pasar rentan banjir saat hujan.
RISIKO: Pengunjung pasar melintas di bawah kanopi los Pasar Niten yang berlubang. Kanopi yang berlubang dan talang air yang rusak membuat bagian dalam pasar rentan banjir saat hujan.

BANTUL – Bangunan Pasar Niten memerlukan perbaikan. Hampir seluruh talang air dan kanopi di bagian dalam pasar rusak.

Sejak dibuka pada 2008 silam, pasar tersebut belum pernah mengalami renovasi atau revitalisasi secara signifikan.

Lurah Pasar Niten Nur Wijaya mengatakan, talang air di bagian los pasar hancur. Kemudian banyak kanopi yang sudah berlubang.

Kondisi kerusakan 95 persen di seluruh area bangunan pasar. Hal itu membuat bagian dalam pasar kerap banjir jika terjadi hujan.

“Kasihan pedagang, talang air di setiap los hancur semua. Kalau hujan gembrojog, banjir itu,” katanya kepada Radar Jogja, Senin (19/2).

Diakui, kerusakan tersebut telah terjadi selama kurang lebih lima tahun.

Namun, ada beberapa pedagang yang secara swadaya memperbaiki kanopi secara mandiri. Itu dilakukan sekitar tahun 2018.

“Itu kami acungi jempol, wani do berkorban daripada dagangannya basah,” ujar Nur.

Rusaknya talang air dan kanopi di bagian dalam pasar membuat potensi korsleting listrik hingga kebakaran cukup besar.

Pasar Niten sendiri pernah mengalami kebakaran pada 2022 akibat korsleting listrik.

Setiap kali turun hujan, petugas pasar selalu bergantian menjaga meteran listrik agar aman dari air.

“Korsleting dan kebakaran juga bisa karena masang di colokan mepet tembok dan masih nancap lalu kena air,” jelas Nur.

Selain talang air dan kanopi, kerusakan juga terjadi pada drainase atau gorong-gorong yang mampet.

Nur menyebut, pihaknya telah berulang kali melakukan pengajuan perbaikan sarana prasarana ke Pemkab Bantul. Hanya saja belum ada realisasi.

“Dicek bola-bali tapi nggak pernah terealisasi. Sudah diukur bola-bali, saya sampai malu ke pedagang,” ungkap Nur.

Ia mengakui, pihaknya belum menerima informasi dari Pemkab Bantul terkait rencana renovasi atau perbaikan pasar.

Ia memperkirakan, pihak pemkab sedang menunggu anggaran di tahun 2024 ini untuk perbaikan pasar.

“Mungkin bisa di bulan Juni, dilelang dulu. Mungkin tahun ini mau dianggarkan,” ucapnya.

Salah satu pedagang Jumini mengatakan, kondisi dalam pasar menjadi becek dan tergenang air jika hujan.

Akibatnya, barang dagangannya pun harus disingkirkan atau diamankan.

Beberapa pedagang lain pun bahkan terpaksa memilih untuk menutup lapaknya.

"Kalau kondisi begitu pembelinya menurun. Dan kalau ada yang beli terpaksa agak melipir,” jelasnya.

Sebelumnya, para pedagang sempat mendapat informasi bahwa pasar akan diperbaiki pada Agustus 2023 lalu.

Namun, nyatanya tidak terealisasi. Alhasil, para pedagang pun berswadaya untuk memasang kanopi secara mandiri.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi risiko yang terjadi saat hujan.

“Kalau hujan dalam pasar sini becek semua, berantakan. Pernah minta (perbaikan) kepada Pak Lurah pasar tapi belum ada respons,” ujar Jumini.

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul berencana meningkatkan sarana prasarana pasar rakyat agar dapat bertahan di era persaingan usaha saat ini.

Pada tahun 2024, Pasar Niten akan direvitalisasi untuk ditingkatkan sarana prasarananya.

“Secara prinsip merevitalisasi pasar rakyat itu untuk menjaga daya saing pasar rakyat dengan kondisi persaingan usaha dan pola perilaku masyarakat yang cenderung beralih ke teknologi informasi dan toko modern,” kata Sekretaris DKUKMPP Bantul Husin Bahri.

Ia menyampaikan, revitalisasi Pasar Niten akan dianggarkan dengan APBD Bantul sekitar Rp 800 juta. Dl

Dengan anggaran tersebut, akan dilakukan perbaikan sarana perdagangan los dan kios.

Selain itu, DKUKMPP Bantul juga akan melakukan perawatan rutin ke beberapa pasar rakyat di Bantul tahun 2024.

“Dilakukan juga revitalisasi Pasar Niten dengan beberapa kegiatan tetapi sifatnya rutin. Pemeliharaannya total ada enam pasar,” bebernya.

Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi pasar rakyat di Bantul.

Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Kembalinya Mesin Gol Manchester United Usai Melawan Luton

Dengan revitalisasi tersebut, beberapa sarana prasarana penunjang di pasar rakyat dapat disediakan. Sehingga pasar rakyat dapat beroperasi dengan lebih optimal.

“Konsep revitalisasi lingkupnya lebih luas dan diharapkan memberi dampak bagi kualitas pasar rakyat,” tandas Husin. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Pasar Niten #talang air #revitalisasi