Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buaya Lepas dari Kandang di Bantul Akibat Ada Orang Kepo, Kini Sudah Diserahkan ke BKSDA

Gregorius Bramantyo • Senin, 19 Februari 2024 | 19:31 WIB
EVAKUASI: Widi Heru Wasana alias Heru Gundul bersama petugas BKSDA.
EVAKUASI: Widi Heru Wasana alias Heru Gundul bersama petugas BKSDA.

BANTUL – Seekor buaya sempat membuat heboh warga Perumahan Griya Alvita di Jalan Wates KM 3, Padukuhan Sonopakis Lor, Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, pada Minggu (18/2).

Buaya tersebut bukanlah buaya liar yang ditemukan oleh warga. Namun, buaya hasil evakuasi yang lepas akibat orang yang kepo alias ingin tahu.

Orang yang mengevakuasi buaya sejak awal adalah Widi Heru Wasana atau yang akrab dikenal sebagai Heru Gundul.

Heru menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya mengevakuasi seekor buaya milik almarhum Aji Rachmat, ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, pada Jumat (16/2).

Selanjutnya buaya itu dievakuasi oleh Heru ke rumahnya di Sonopakis Lor.

"Buaya ini hasil evakuasi dari rumahnya almarhum Aji Rachmat, ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, yang meninggal satu tahun yang lalu," katanya, Senin (19/2).

Heru menjelaskan, buaya yang lepas itu berjenis buaya muara. Buaya tersebut memiliki panjang sekitar dua meter.

Kemudian buaya tersebut dievakuasi pada Jumat (16/2). Hanya saja pada Jumat itu, Heru sedang memiliki agenda yang padat.

Buaya itu lantas ditransitkan di rumahnya di Perumahan Griya Alvita. Saat berada di rumahnya, buaya itu dalam posisi terikat.

“Sudah saya taleni (ikat), terus saya masukin ke area. Cuma karena buaya ini banyak gerak, ikatannya bisa lepas sendiri,” jelasnya.

Posisi buaya tersebut sebenarnya aman. Hanya saja, ada warga yang kepo atau ingin tahu terkait buaya tersebut. 

Warga itu membuka pintu di bangunan rumah Heru pada Minggu (18/2) pagi.

"Cuma karena ada orang yang kepo, dia buka pintunya, ndilalah (kebetulan) pintunya rusak dan dia (buaya) keluar. Begitu ceritanya," ujar Heru.

Sebenarnya setelah buaya dievakuasi, Heru ingin segera menyerahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

Namun karena waktu itu merupakan akhir pekan, membuatnya sulit untuk mengurus administrasi di kantor BKSDA.

"Karena Jumat saya padat acara, lalu Sabtu dan Minggu itu juga BKSDA untuk surat-menyurat tidak bisa. Jadi, Senin ini saya serahkan ke BKSDA Bunder (Gunungkidul)," bebernya.

Sebelumnya, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantu berhasil mengamankan seekor buaya.

Reptil sepanjang dua meter itu sempat berkeliaran di kompleks perumahan sebelum dievakuasi petugas.

Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul Irawan Kurnianto menyampaikan, buaya tersebut lepas dari kandang pemiliknya.

Kemudian berkeliaran di sekitaran kompleks perumahan tersebut. Lalu oleh pemilik rumah dilaporkan ke Damkarmat BPBD Bantul.

"Buayanya lepas dan nongkrong berjemur membuat takut warga yang melihat,” katanya.

Setelah dilaporkan, tak lama kemudian empat petugas Damkarmat BPBD Bantul datang mengevakuasi buaya tersebut.

Baca Juga: The Obonk Steak and Ribs Komitmen Jaga Kualitas Kuliner Lewat Bahan Baku Premium dan Segar

Proses evakuasi berhasil dilakukan dengan menggunakan perlengkapan alat pelindung diri, sarung tangan dan tali.

Buaya yang tadinya berada di luar kemudian dihalau ke dalam ruangan atau ruko agar mudah ditangkap. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.

“Buaya sempat mengamuk hingga lepas kendali. Namun, akhirnya berhasil dievakuasi,” ujar Irawan. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#BKSDA #buaya #Heru Gundul #kepo