BANTUL – Kabar duka datang dari dunia tekstil tradisional Tanah Air. Perancang busana sekaligus pemerhati dan praktisi tekstil tradisional Indonesia, Jadin C Djamaludin, meninggal dunia di usia 76 tahun.
Jadin mengembuskan napas terakhirnya di RSUP Dr Sardjito pada Sabtu (17/2) sekitar pukul 20.05 WIB.
Ratusan pelayat memadati rumah duka yang berada di Padukuhan Karangnongko, Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul pada Minggu (18/2) siang.
Ratusan pelayat memadati rumah duka yang berada di Padukuhan Karangnongko, Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul pada Minggu (18/2) siang.
Usai dilakukan upacara pelepasan jenazah dan didoakan, jenazah Jadin diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul sekitar pukul 13.00 WIB.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, almarhum Jadin sebelumnya mengalami penyakit saraf kejepit.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, almarhum Jadin sebelumnya mengalami penyakit saraf kejepit.
Kemudian, diupayakan untuk terapi pijat, hanya saja tidak kunjung membaik.
Setelah konsultasi ke dokter untuk dilakukan operasi, kondisi Jadin kemudian drop hingga tak mau makan.
Salah seorang kerabat mendiang Jadin, Syahbenol Hasibuan, mengatakan, dedikasi Jadin terhadap produk kerajinan tekstil sangat tinggi.
Salah seorang kerabat mendiang Jadin, Syahbenol Hasibuan, mengatakan, dedikasi Jadin terhadap produk kerajinan tekstil sangat tinggi.
Terutama dalam pengembangan industri kecil dan menengah khususnya di bidang kerajinan tekstil.
Terutama tekstil yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Jadin bahkan dipercaya oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai tokoh untuk melestarikan produk tekstil berdasarkan ATBM di seluruh Indonesia.
Jadin bahkan dipercaya oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai tokoh untuk melestarikan produk tekstil berdasarkan ATBM di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Sentul Jogja Telah 100% Selesai, Rencananya Akhir bulan Februari Akan Diresmikan
Sampai-sampai, Jadin melakukan roadshow ke setiap provinsi untuk menggalakkan kembali produk tekstil yang diproduksi dengan ATBM.
“Itu adalah salah satu jasa beliau yang mungkin saya belum melihat tokoh tingkat nasional lain yang begitu gigih. Karena beliau dalam hal melestarikan ini tidak memikirkan proyek, jalan sendiri,” ujar Beni, sapaannya, Minggu (18/2).
Jadin C Djamaludin sendiri adalah pemilik sekaligus pendiri Jadin Craft Textiles. Usahanya berfokus pada kain tenun, terutama motif lurik.
“Itu adalah salah satu jasa beliau yang mungkin saya belum melihat tokoh tingkat nasional lain yang begitu gigih. Karena beliau dalam hal melestarikan ini tidak memikirkan proyek, jalan sendiri,” ujar Beni, sapaannya, Minggu (18/2).
Jadin C Djamaludin sendiri adalah pemilik sekaligus pendiri Jadin Craft Textiles. Usahanya berfokus pada kain tenun, terutama motif lurik.
Selama lebih dari 40 tahun bergelut di dunia tekstil tradisional, Jadin mampu bertahan dan menghadapi cobaan yang datang.
Baca Juga: PKB Potensi Ambil Alih Kursi Ketua DPRD Kebumen, Hasil Sementara Unggul, Salip Posisi PDI Perjuangan
Pada 2002, pabriknya terbakar habis. Empat tahun kemudian, musibah kembali datang. Gempa 27 Mei 2006 yang melanda DIY merobohkan bangunan pabriknya.
Setelah kembali beroperasi, pabrik Jadin justru berjalan dengan baik. Bahkan menerima banyak kunjungan.
Setelah kembali beroperasi, pabrik Jadin justru berjalan dengan baik. Bahkan menerima banyak kunjungan.
Salah satunya dari Menteri Perindustrian di era Orde Baru Hartarto Sastrosoenarto.
Di samping itu, mendiang Jadin juga dikenal sebagai figur yang aktif di sejumlah organisasi. Baik di tingkat daerah hingga nasional.
Di samping itu, mendiang Jadin juga dikenal sebagai figur yang aktif di sejumlah organisasi. Baik di tingkat daerah hingga nasional.
Seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Dekranas, hingga Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY.
“Dedikasinya terhadap produk kerajinan terutama tekstil benar-benar full dedicated. Bahkan kadang-kadang pakai uang sendiri untuk melatih pendidikan bagi masyarakat yang cinta tenun,” ungkap Beni.
Sebagai seorang kerabat, Beni mengakui bahwa Jadin adalah sosok yang cukup humoris. Selain itu, Jadin juga dikenal sebagai orang yang nyah-nyoh.
“Dedikasinya terhadap produk kerajinan terutama tekstil benar-benar full dedicated. Bahkan kadang-kadang pakai uang sendiri untuk melatih pendidikan bagi masyarakat yang cinta tenun,” ungkap Beni.
Sebagai seorang kerabat, Beni mengakui bahwa Jadin adalah sosok yang cukup humoris. Selain itu, Jadin juga dikenal sebagai orang yang nyah-nyoh.
Dalam artian tidak pernah memperhitungkan materi. Terutama kepada orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya.
"Nek ono opo-opo langsung nomboki. Makanya, showroom-nya menjadi tempat kumpul. Andaikata bisa kumpul di situ, nggak ada yang bayar dan langsung pulang pun nggak akan ditagih,” ucapnya.
Dengan melihat ketokohan dan kegigihan Jadin, Beni berharap tokoh-tokoh di generasi berikutnya bisa meneladani Jadin untuk melestarikan produk budaya Indonesia. (tyo)
Dengan melihat ketokohan dan kegigihan Jadin, Beni berharap tokoh-tokoh di generasi berikutnya bisa meneladani Jadin untuk melestarikan produk budaya Indonesia. (tyo)