BANTUL - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo beserta istrinya Siti Atikoh Suprianti mendatangi rumah seniman Butet Kartaredjasa di Dusun Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (17/2).
Menurut pantauan Radar Jogja, Ganjar sampai di rumah Butet pada pukul 13.00.
Ganjar Pranowo beserta istrinya langsung disambut oleh para seniman dan makan bersama dengan tamu dan para seniman yang menamai kelompok mereka dengan nama Lemes Berjamaah.
Selain makan bersama, mereka juga bersendau gurau dan bernyanyi bersama.
Usai makan bersama para seniman dan tamu undangan yang hadir, Ganjar mangatakan masih ada satu setegah bulan yang harus ditunggu untuk hasil kemenangan vapres di Pemilihan umum (Pemilu) 2024 ini.
Walaupun masih menunggu, Ganjar mengaku senang karena hampir semua yang pernah berjalan bersamanya tidak mundur.
Mereka sedang bekerja untuk memastikan serta mengkonfirmasi setiap kebenaran.
"Tentu saja ada waktunya dan satu setengah bulan itu adalah waktu yang sudah ditentukan. Maka buat saya, ini bukan cerita Ganjar atau Mahfud lagi. Tapi, ini adalah cerita bagaimana mengawal demokrasi dengan baik," tegasnya.
Menanggapi hasil sementara quick count Pemilu 2024 ini, Ganjar menyatakan bukan ikhlas atau tidak ikhlas. Karena, menurutnya, saat ini penghitungan belum selesai.
"Aturan kami menunggu pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) kira-kira 35 hari setelah perhitungan, berarti itu kira-kira 20 maret. Kita tunggu saja. Saya kira semua masih akan berjalan. Pasti masing-masing Paslon akan mengumpulkan rekap C1-nya jika sudah seratus persen," jelasnya.
Ganjar mengaungkapkan masih optimistis menang dalam Pemilu 2024 ini. Sebab, ia belum melihat kekalahan yang ada.
Baca Juga: TPS di Desa Maron Purworejo Ini Dijadwalkan Gelar PSU Besok. Begini Alasannya !
Ganjar juga menyebut ada sesuatu hal yang menarik dalam Pemilu 2024 kali ini.
Ia mencontohkan, seperti hari ini Ganjar hampir sebagian besar menang di luar negeri.
Maka dari hal tersebut, Ganjar mengimbau pelara pendukungnya harus berhati-hati dan tidak perlu marah serta tetap mengikuti proses yang ada.
"Semua publik sudah menampilkan cerita-cerita lucu yang ada di setiap titik, mudah-mudahan menyadarkan kita semuanya," katan Ganjar.
Tak hanya itu saja, Ganjar menegaskan, tidak ada perjuangan yang sia-sia dalam kontestasi politik kali ini.
Ia tetap meminta agar semuanya bersama-sama menunggu hasil penghitungan suara KPU RI.
"PDI Perjuangan pernah di luar pemerintahan," tegasnya.
Sementara, Butet Kartaredjasa mengungkapkan para seniman saat ini sedang merasakan sebuah atmosfer keganjilan di pemilu tahun ini. Karena mereka sebelum-sebelumnya tidak merasakan atmosfer itu.
Menurutnya, mendatang para seniman itu akan mengekspresikan dan merekam suasana penghiatatan kepada demokrasi itu ke dalam bentuk seni visual. Entah itu instalasi, entah itu lukisan, atau pun entah itu drawing.
"Kami upayakan itu untuk menandakan kemerdekaan kami. Kami akan menggelar pameran itu. Nama-nama pelukisnya sedang dipilih oleh kurator siapa saja yang akan ikut, tapi siapa saja yang merasa bahwa demokrasi sedang dilukai," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad