Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Harga Naik, Stok Beras di Bantul Masih Aman

Gregorius Bramantyo • Selasa, 13 Februari 2024 | 21:37 WIB
STOK: Pedagang di Pasar Niten sedang menata dagangan beras di kiosnya.
STOK: Pedagang di Pasar Niten sedang menata dagangan beras di kiosnya.

BANTUL – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan ketersediaan beras di Kabupaten Bantul dalam posisi aman dan cukup.

Hal itu menyusul naiknya harga beras dalam beberapa hari terakhir di sejumlah daerah, termasuk di Bantul.

Sekretaris DKUKMPP Bantul Husin Bahri menyampaikan, untuk kebutuhan beras secara umum saat ini baru di tahap produksi.

Secara tahunan rata-rata tingkat kebutuhan beras di Bantul sebanyak 1,3 juta ton. Sementara dari aspek produksinya sebesar 1,7 juta ton.

Sehingga Bantul dirasa tidak perlu mendatangkan stok beras dari luar daerah.

“Jadi, sebenarnya masih surplus untuk produksi beras. Secara umum sudah bisa mencukupi dari produksi bantul sendiri,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (13/2).

Untuk beras medium juga sama, kenaikannya berada di angka Rp 400 sampai Rp 500 rupiah.

Husin menyebut, kenaikan harga itu tidak terlalu signifikan. Apabila dibandingkan dengan daerah lain yang kenaikannya bisa di atas 10 persen.

“Di Bantul masih relatif wajar,” ujarnya.

Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi tren kenaikan harga beras yang saat ini hampir terjadi di seluruh Indonesia.

Salah satunya terkait faktor cuaca yang membuat hasil produksi beras berkurang. Kemudian saat ini juga memang belum memasuki masa panen, di mana sekarang baru musim tanam.

"Kemungkinan Maret nanti sudah mulai masa panen,” ucap Husin.

Guna mengantisipasi dan menekan harga beras yang naik, DKUKMPP Bantul berupaya dengan menggelar pasar murah dan operasi pasar.

Hal itu untuk memberikan harga di bawah pasaran untuk membantu perekonomian masyarakat.

“Operasi pasar bekerja sama dengan distributor beras. Sasarannya otomatis tetap ke masyarakat,” kata Husin. 

Di mana, kapanewon tersebut tingkat kemiskinannya relatif tinggi.

Pedagang Pasar Niten Juminten mengungkapkan, terjadi kenaikan harga beras berkisar Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per kilogram (kg) dalam enam hari terakhir.

Untuk beras C4 mencapai Rp 16 ribu per kg dari sebelumnya Rp 15 ribu per kg.

Sementara beras Mapan mencapai Rp 16,5 ribu per kg dari sebelumnya Rp 15 ribu per kg.

Juminten memperkirakan harga beras tidak akan berangsur turun dalam waktu dekat.
"Belum tentu (harga beras turun). Soalnya harga beras agak stabil," ujarnya.

Meski begitu, menurutnya pembelian beras di tempatnya masih tinggi. Beras yang dijualnya selama ini didatangkan dari beberapa daerah. Antara lain Klaten dan Purworejo.

Untuk seminggu, Juminten dapat menjual beras bekisar lima kuintal dari Bantul, satu kuintal dari Purworejo, dan satu kuintal dari Klaten.

"Pembeli masih tetap beli, walaupun naik harganya," katanya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#harga beras #DKUKMPP Bantul