BANTUL – Harga ikan bawal putih mengalami kenaikan signifikan menjelang Tahun Baru China atau Imlek setiap tahunnya. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul mencatat kenaikan harga mencapai 50 persen.
Kepala Seksi Perikanan Tangkap dan Pemberdayaan Nelayan DKP Bantul Pramahdiansyah mengatakan, harga ikan bawal menjelang Imlek memang cenderung naik.
Namun, yang mengalami kenaikan harga adalah jenis ikan bawal putih berukuran besar. Yakni, berukuran 6 sampai 7 up.
Baca Juga: Hasil Olah TKP: Bus Saestu Trans Sebenarnya Prima, Tiba-Tiba Blank, Merosot Sekitar 60 Meter
"Kecenderungan naik di awal Februari, puncaknya pada tanggal 5 sampai 6 Februari,” ujar Pram saat dihubungi, Jumat (9/2).
Dari pantauan DKP Bantul, harga bawal putih cenderung sama dan tidak ada perbedaan signifikan di lima lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Bantul.
Yakni, di TPI Depok, Patehan, Samas, Kwaru dan Ngenthak. Meskipun harga cenderung sama, namun barang atau hasil tangkapan yang masuk bisa saja berbeda.
"Dalam arti kilogramnya, tapi kalau jenisnya sama, yaitu bawal putih,” kata Pram.
Pada harga normal, harga ikan bawal putih ukuran 6 up adalah Rp 200 ribu per kilogram. Sementara ukuran 7 up seharga Rp 240 ribu per kilogram.
Sedangkan beberapa hari terakhir, bawal putih ukuran 6 up naik harganya menjadi Rp 360 ribu per kilogam.
Lalu ukuran 7 up menjadi Rp 400 ribu per kilogram.
Menurut Pram, ikan bawal yang berasal dari perairan di Bantul biasanya diekspor ke Cilacap, Cirebon, dan Jakarta.
Diakui, saat ini memang sedang musimnya ikan bawal. Sejak akhir Desember 2023, tangkapan ikan bawal sudah mulai masuk ke TPI.
Namun, belum terlalu masif karena belum puncak musim.
“Mudah-mudahan puncaknya bisa di Februari atau Maret ini, jadi bisa tinggi produksi dan nilai jualnya,” harapnya.
Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Mina Samudra Tri Jarwanto yang mengungkapkan, kenaikan harga bawal sudah diperkirakan sebelumnya.
Menurutnya, kenaikan harga bawal setiap tahun menjelang Imlek selalu terjadi.
“Biasanya menjelang Imlek harga ikan bawal mahal, tapi setelah Imlek harganya normal lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Gotri ini.
Menurutnya, tahun ini harga bawal putih mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 400 ribu per kilogram untuk ukuran 8 ons per ekor.
Dari harga normal sekitar Rp 250 ribu per kilogram. Sementara tidak ada kenaikan signifikan untuk bawal putih ukuran 2-3 ons per ekor.
Untuk ukuran tersebut harganya berkisar Rp 45 ribu sampai p 70 ribu per kilogram.
Meski mengalami kenaikan, Gotri yang juga berprofesi sebagai nelayan sempat mengeluh lantaran cuaca buruk yang terjadi belakangan menjadi kendala dalam penangkapan ikan.
Namun dalam beberapa hari terakhir, cuaca sudah membaik dan membuat nelayan mulai melakukan aktivitasnya menangkap ikan.
“Sekarang harga ikan bawal laut lagi tinggi. Harapannya hasil tangkapannya nanti setidaknya tidak cuma bisa menutup biaya operasional, tapi juga meningkatkan pendapatan kami,” ucapnya.
Salah satu pedagang ikan di Pantai Depok Nunik mengaku, saat ini harga bawal yang telah siap disaji sekitar Rp 100 ribu per kilogram.
Sementara ia mendapatkan bawal mentah ukuran kecil berkisar Rp 80 ribu per kilogram.
“Kami jualnya dalam bentuk matang. Biasanya itu harga jasa masak Rp 20 ribu per masakan,” jelasnya.
Nunik menyebut, selama ini mendapatkan bawal dari pedagang yang mensuplai dari Semarang.
Menurutnya, selama ini kebutuhan bawal belum dapat dicukupi oleh nelayan di Bantul. Sehingga harus didatangkan dari daerah lain.
“Dari setoran dari Semarang setiap hari ada. Kalau dari nelayan sini tidak mencukupi. Ikan bawal produksi nelayan Bantul jarang, jadi dari luar,” ujarnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad