BANTUL – Polres Bantul melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kecelakaan bus pariwisata PO Saestu Trans di Jalan Dlingo-Imogiri, Kalurahan Girirejo, Imogiri, Bantul, Jumat (9/2).
Olah TKP dilakukan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Bantul bersama Unit Gakkum Polda DIY.
Olah TKP ini dipimpin langsung Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda DIY AKBP Sugiyanta.
Dalam olah TKP tersebut, kepolisian menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan tunggal yang merenggut tiga korban jiwa tersebut.
Petugas kepolisian sengaja menurunkan alat TAA untuk memberikan gambaran secara langsung kecelakaan tersebut.
Karena alat TAA ini memiliki kemampuan untuk menggambar situasi dengan animasi ketika sudah melihat lokasi kejadian.
"Kami membawa alat TAA untuk memastikan apakah ini (laka bus Saestu Trans) kelalaian sopir atau ada trouble pada kendaraan," jelas Sugiyanta, Jumat (9/2).
Ia menuturkan, pihaknya melakukan olah TKP kejadian kecelakaan tunggal bus Saestu Trans di Bukit Bego yang terjadi Kamis (8/2) kemarin sekira pukul 14.30.
Berdasarkan analisis sementara, lanjutnya, kendaraan itu mengalami rem blong saat melewati jalanan menurun.
“Dari keterangan sopir dan olah TKP sementara, sebenarnya kendaraan tersebut dalam keadaan prima,” ujarnya.
Sugiyanta menjelaskan, dari atas atau dari arah Mangunan, kendaraan tersebut semuanya berfungsi normal.
Namun, sekitar satu kilometer sebelum kejadian, kendaraan sempat mengalami kendala. Di mana kala itu, bus tiba-tiba blank semua.
Rem tangan ataupun rem kaki tak berfungsi dengan baik. Sopir dan kernet sudah tidak bisa berbuat banyak karena kendaraan meluncur tak terkendali.
“Sekitar 500 meter sebelum kejadian, sopir membanting stir ke kiri karena di kanan jalan ada tebing," terangnya.
Usai banting stir ke kiri, bus kemudian terpelanting dan ambruk ke kiri. Saat itu sopir bersama kernet sudah bisa keluar. Lalu meminta agar para penumpang segera keluar dari bus.
Namun ketika berusaha meminta penumpang keluar, tiba-tiba bus merosot sekitar 55 sampai 60 meter. Bus baru berhenti di lokasi terakhir tersebut.
Dalam olah TKP tersebut, pihak kepolisian juga menghadirkan sopir dan kernet bus nahas itu.
Namun polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus bus terguling tersebut.
Saat ini, sopir dan kernet bus sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Bantul.
"Sementara 24 jam (sopir) kami anggap saksi," ucap Sugiyanta.
Ia menerangkan, tidak menutup kemungkinan sopir bus menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan maut ini.
"Karena nanti menunggu penentuan berikutnya. Saat ini sopir dan kernet diamankan di Polres Bantul," imbuhnya.
Sugiyanta mengatakan, jumlah korban tewas dalam kecelakaan bus terguling itu belum bertambah.
Namun, ada penumpang balita yang kondisinya kritis dan harus mendapatkan perawatan secara intensif di RSUP dr. Sardjito, Sleman.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menambahkan, kecelakaan diakibatkan karena rem blong.
Bus dari arah atas memang sudah mengerem dan sudah tercium bau kampas rem. Pihaknya nantinya juga akan berkoordinasi dengan teknisi bus untuk mengetahui kelayakan bus tersebut.
“Namun secara umum memang benar uji kir sudah tidak berlaku,” tandasnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad