BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul berupaya memenuhi pemenuhan dan penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
Upaya itu dengan memperhatikan kuantitas, kualitas, dan terjangkau secara jarak dan biaya.
Selain itu, berkelanjutan untuk menuju kondisi masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Pemenuhan dan penyediaan air bersih dilakukan salah satunya dengan meresmikan Pembangunan dan Pengelolaan Air Bersih (PPAB) Tahun Anggaran 2023 dan Launching PPAB Tahun Anggaran 2024 di Padukuhan Kalidadap I, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, Senin (5/2).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap adanya pembangunan air bersih ini akan bermanfaat bagi masyarakat di Padukuhan Kalidadap I dan sekitarnya.
Ia mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung program pemerintah.
Sebab, menurutnya, program pemerintah tidak akan bisa berjalan tanpa kontribusi masyarakat.
Ia berharap penyediaan air bersih yang sehat dan berkualitas ini dapat membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Karena seperti kita ketahui bahwa air adalah salah satu kebutuhan dasar yang harus kita cukupi,” ujar Halim, Senin (5/2).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Bantul Sri Nuryanti menyampaikan, target pembuatan sumur ini sendiri adalah 30 hari kerja.
Namun, karena terkendala adanya batu hitam, maka alat berat yang digunakan tidak bisa maksimal.
“Akhirnya membutuhkan waktu 3,5 bulan,” jelasnya.
Ia mengatakan, sumber air ini bisa menghasilkan tujuh meter kubik air per jam dan dapat mengaliri 150 KK.
Nantinya program ini menjadi program berkelanjutan. Mengingat di wilayah Kalurahan Selopamioro masih terdapat kasus stunting yang tinggi. Diakibatkan oleh kesadaran ber-KB yang masih kurang.
Nuryanti berharap dinas-dinas terkait dapat membantu beberapa permasalahan yang masih terjadi.
“Selain stunting, juga penerangan jalan, perbaikan jalan, dan pemberian bibit-bibit tanaman untuk menambah kegiatan masyarakat di kebun,” katanya.
Sementara itu, Panewu Imogiri Slamet Santosa berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan masalah air bersih yang ada di Padukuhan Kalidadap ini.
Ia mengungkapkan, wilayah Padukuhan Kalidadap setiap tahunnya selalu mengandalkan dropping air bersih. Sebab, sumber air yang ada masih belum mencukupi.
“Terlebih pada tahun kemarin yang musim hujannya tertunda,” ucap Slamet. (tyo)
Editor : Amin Surachmad