RADAR JOGJA - Warga Bambanglipuro, Bantul digegerkan dengan penemuan seorang mayat. Jasad Suhud, ditemukan dalam keadaan jongkok di dasar sumur sedalam 17 meter pada Sabtu (3/2).
Kepala Seksi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengatakan, penemuan korban berawal dari saksi inisial SR yang merupakan tetangga korban. Ketika itu SR pulang dari sawah melihat lampu rumah korban belum dimatikan. Tetapi, pintunya dalam keadaan tertutup rapat.
SR kemudian menghampiri rumah korban. Setelah mengetuk pintu dan tak kunjung ada jawaban, saksi masuk ke dalam rumah melalui jendela. Karena korban tak juga ditemukan, saksi sempat mencarinya hingga ke sawah.
Setelah itu, SR kembali ke rumah Suhud dengan mengajak saksi lainnya. Ditemukan satu pasang sandal milik korban di bagian belakang rumahnya. Oleh karena itu, ditengok ke dalam sumur itu dan terdapat korek api gas warna kuning yang mengapung. "Sehingga saksi curiga korban terjebur sumur," ucapnya kemarin (4/2).
Setelah itu, para saksi mencari pompa air untuk menguras sumur. Setelah airnya berkurang hingga dasar sumur, Suhud terlihat. "Saat didatangi korban masih berada di dasar sumur posisi jongkok menghadap selatan dan sudah tidak bernyawa," bebernya.
Menurutnya, dari keterangan tetangga sekitar rumah korban, Suhud tinggal sendirian. Ibunya sudah meninggal dunia 40 hari yang lalu. Sedangkan dua saudara kandungnya kini tinggal di Jakarta. "Menurut keterangan saksi, tetangga dan tokoh masyarakat, korban mengalami gangguan mental atau jiwa," tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Bambanglipuro, Suhud meninggal kurang dari 24 jam sebelumnya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Penyebab kematian korban karena tenggelam dalam air dan kehabisan napas," tuturnya.
Jasad Suhud yang berada di dasar sumur kemudian dievakuasi dengan alat bantuan. Itu bertujuan untuk mengangkat tubuhnya ke atas sehingga dapat dimakamkan. Kini keluarga yang ditinggalkan menerima peristiwa ini sebagai musibah. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika