RADAR JOGJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul menargetkan okupansi hotel mencapai 70 persen. Terhitung selama long weekend saat libur Imlek dan Isra Mi'raj pada 8-11 Februari.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra mengatakan, momen long weekend kali ini yang berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilu 2024 membuat pihaknya tidak menetapkan target okupansi hotel yang terlalu tinggi. “Target kami tidak muluk-muluk, 70 persen sudah bagus,” katanya saat dihubungi kemarin (4/2).
Dalam perayaan Imlek tahun ini, beberapa hotel akan menyelenggarakan perayaan di tempat masing-masing. “Kalau perayaan khusus masing-masing manajemen memang membuat sendiri di hotel masing-masing hanya untuk gala dinner dengan konsep Imlek,” jelasnya.
Hendra menyebut, selama libur Imlek biasanya wisatawan yang berkunjung ke Bantul berasal dari sekitar DIJ dan Jawa Tengah. Sementara itu, lantaran libur Imlek tahun ini bersamaan juga dengan libur nasional lainnya, maka diperkirakan wisatawan dari Jawa Timur dan Jawa Barat juga berkunjung ke DIJ.
“Saat ini okupansi hotel di Bantul pada Januari sampai awal Februari ada di bawah 50 persen. Harapannya momen long weekend ini dapat mengungkit kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di Bantul,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul tidak menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung selama long weekend mendatang. Sebab masa kampanye pemilu yang saat ini masih berlangsung cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. “Kami secara detail belum menarget harus ada berapa wisatawan,” ungkap Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinpar Bantul Markus Purnomo.
Dia menilai, masa kampanye berpengaruh terhadap wisata. Seperti soal kemacetan di ruas-ruas jalan. Sehingga pada Jumat (2/2), tidak ada target yang dicanangkan oleh Dinpar Bantul. Sebab, libur long weekend mendatang juga berkaitan dengan acara keagamaan. “Meski ada Imlek tapi di Bantul tidak dilakukan di Parangtritis, tidak seperti Peh Cun. 11 Februari besok mungkin akan naik dibanding hari Minggu biasa karena pas ada Labuhan Kraton,” tuturnya. (tyo/eno)
Editor : Satria Pradika