RADAR JOGJA – Fasilitas di gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul masih memerlukan penambahan dan perbaikan. Terlebih dengan kondisi halaman gedung belum beraspal menjadi kendala dalam memberikan pelayanan pengujian kendaraan yang efektif.
Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul Gatot Sunarto menyampaikan, saat musim hujan, beberapa genangan air di lintasan uji membuat rem kendaraan yang akan diuji kemasukan lumpur. “Sehingga akan berpengaruh pada proses pengujian rem kendaraan,” ujarnya kemarin (4/2).
Kendaraan yang terkena lumpur, lanjutnya, akan membuat daya cengkraman di rem menjadi tidak valid dan tidak maksimal. Padahal indikator alat uji rem seluruhnya sudah computerized. “Kami membaca hasil kerja komputer. Kami kadang harus membersihkan roda sampai siapkan sikat kawat. Kalau kondisinya seperti itu, kami membersihkan butuh waktu lebih dari 10 menit,” paparnya.
Menurut Gatot, kondisi serupa juga terjadi saat musim kemarau. Saat musim kemarau, halaman uji kir yang masih tanah menyebabkan debu masuk ke ban kendaraan. Sehingga debu tersebut jatuh ke alat uji rem. Dengan begitu, pengujian rem kendaraan bermotor tidak valid. Sehingga menurut Gatot, pihaknya harus melakukan pembongkaran dan pembersihan tanah tersebut sebelum dilakukan uji kendaraan.
Selain itu, hingga saat ini UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul belum memiliki genset. Sehingga pelayanan akan terhenti saat terjadi pemadaman listrik dari PLN. “Kami sampaikan ke masyarakat ya untuk berhenti sebentar. Kami tetap minta ke pemda tetapi belum direalisasikan,” katanya.
Gatot menjelaskan, kedua kendala tersebut mempengaruhi waktu pelayanan untuk setiap kendaraan. Apabila sebelumnya untuk setiap kendaraan dibutuhkan waktu pelayanan sekitar 25-30 menit, namun ketika ada kendala tersebut waktu pelayanan menjadi lebih lama.
Dia menyampaikan, upaya pengajuan terhadap kedua fasilitas itu telah dilakukan sebelumnya. Namun, hingga saat ini menurut Gatot permintaan tersebut masih belum terealisasi.
Sementara itu, Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi menyebut, pihaknya sudah berulang kali mengusulkan pengadaan genset. Baik ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) maupun diusulkan juga oleh Komisi C DPRD Bantul. Anggaran untuk genset sendiri ditaksir mencapai Rp 450 juta. “Sehingga kalau tidak ada genset maka layanan pengujian otomatis tidak dapat dilakukan,” bebernya.
Kemudian untuk halaman pengujian atau lintasan kendaraan sampai saat ini juga belum beraspal. Untuk hal ini, anggaran yang diperlukan untuk pengaspalan lintasan uji sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar. “Saluran pembuangan airnya juga perlu perbaikan karena kalau hujan airnya menggenang,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pengajuan fasilitas tersebut dilakukan untuk pengadaan di tahun depan. Dishub Bantul sendiri sudah mengusulkan pengadaan fasilitas tersebut untuk tahun ini. Bahkan juga sudah diusulkan saat perubahan APBD 2023. Namun belum disetujui. (tyo/eno)
Editor : Satria Pradika