Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trocoh saat Hujan, Enam Sekolah di Bantul Diperbaiki pada 2024 Pakai Belanja Tidak Terduga

Gregorius Bramantyo • Kamis, 1 Februari 2024 | 22:27 WIB
PERBAIKI: Petugas sedang membersihkan reruntuhan plafon di ruang kelas IV SDN Terban, Bambanglipuro, Bantul, Jumat (19/1).
PERBAIKI: Petugas sedang membersihkan reruntuhan plafon di ruang kelas IV SDN Terban, Bambanglipuro, Bantul, Jumat (19/1).

BANTUL – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memutuskan untuk melepas semua plafon di bangunan SDN Terban di Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro.

Hal itu pasca runtuhnya plafon di ruang kelas IV pada Jumat (19/1) lalu yang mengakibatkan tiga siswa terluka.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan, keputusan melepas semua plafon di SDN Terban untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kasus serupa.

Sebab, bangunan sekolah tersebut sudah tua dan kondisinya mengkhawatirkan. Semula plafon yang ambrol hanya ada di satu ruangan.

Namun, untuk mengantisipasi risiko, akhirnya semua plafon di bangunan sekolah dilepas.

“Apalagi kalau hujan terus dan trocoh kemudian airnya masuk, beban plafon semakin berat. Karena paku-pakunya sudah aus sebenarnya, itu nanti bisa berisiko ambrol juga,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (1/2).

Ia menjelaskan, keputusan mencopot plafon juga terjadi di SDN Kembangan di Kalurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro. Sda dua ruangan yang atapnya sengaja dirubuhkan.

Saat ini, Disdikpora Bantul tengah mendata sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan di saat cuaca ekstrem seperti saat ini.

Isdarmoko menyebut, ada enam sekolah yang diajukan perbaikannya melalui belanja tidak terduga (BTT).

Keenam sekolah itu adalah SDN Terban, SDN Kembangan, SMPN 3 Pandak, SDN Gunturan di Pandak, SMPN 1 Dlingo, dan TK ABA di Dlingo.

Disebutkan, pagar SMPN 1 Dlingo roboh karena longsor. Sementara bangunan SDN Gunturan rusak akibat tertimpa pohon kelapa.

“Sekarang surat sudah ke BPBD, kami menunggu bagaimana tindak lanjutnya. Tapi ada sekolah yang memang sudah kami data untuk diajukan di tahun 2025,” kata Isdarmoko.

Ia mengatakan, SDN Terban sendiri sudah diajukan untuk perbaikan di tahun 2025. Namun belum sampai tahun 2025, bangunan SDN Terban sudah rusak.

Maka dari itu, Disdikpora Bantul mengajukan BTT jika seandainya nanti memungkinkan dan diputuskan.

Perbaikan keenam sekolah tersebut rencananya diajukan melalui BTT tahun 2024 ini. Hanya saja, anggarannya belum dapat dipastikan.

Lantaran ada tambahan sekolah yang masuk ke dalam daftar. Yakni SDN Kembangan.

”Yang jelas, jumlah sekolah sudah kami hitung dan kerja sama dengan validasi atau assessmen dari BPBD dan Dinas PU,” jelas Isdarmoko.

Mantan Kepala SMAN 1 Bantul ini mengungkapkan, kondisi bangunan sekolah paling parah karena usia saat ini adalah SDN Semuten di Kapanewon Dlingo.

Disdikpora Bantul sendiri telah mengalokasikan anggaran perbaikan di tahun 2024 ini.

Sementara kondisi bangunan sekolah yang terparah akibat musibah adalah SDN Terban.

“Untuk anggaran perbaikan masih dihitung ulang karena SDN Kembangan baru saja masuk ke daftar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan agar ada perbaikan plafon di SDN Terban menggunakan BTT.

Tidak hanya perbaikan plafon, dewan juga berencana untuk melakukan rehabilitasi sedang yakni di bagian atap.

Menurutnya, jika tidak bisa menggunakan BTT, maka anggaran rehabilitasi SDN Terban akan dimasukkan pada APBD 2025.

Dari perhitungan, anggarannya mencapai RP 500 juta untuk pembenahan bagian atap, plafon dan penutup atap.

“Kami juga sedang memperhitungkan dan mempertimbangkan jika plafon dibenahi, apakah nanti tidak kerja dua kali apabila nanti dilakukan rehab sedang,” jelas Suratman.

Politisi PDIP ini juga meminta Disdikpora Bantul untuk segera mendata semua sekolah yang ada di Bantul sebagai mitigasi agar peristiwa runtuhnya plafon tidak terulang kembali.

Setelah adanya pendataan, pihaknya akan mengetahui sejauh mana kondisi bangunan sekolah di Bantul. Sekaligus mengetahui kerusakan yang dialami. Apakah kecil atau besar.

“Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan. Sehingga diharapkan kejadian plafon runtuh tidak terjadi di sekolah lainnya,” harapnya (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Disdikpora bantul #plafon #ruang kelas