Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terbagi 13.200 Paket, Pemkab Bantul Anggarkan Rp 1,19 Triliun untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Gregorius Bramantyo • Kamis, 1 Februari 2024 | 02:28 WIB
Kegiatan acara Pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2024 di Pendopo Parasamya Bantul, Rabu (31/1).
Kegiatan acara Pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2024 di Pendopo Parasamya Bantul, Rabu (31/1).

BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,19 triliun untuk pengadaan barang dan jasa jasa pada semua organisasi perangkat daerah (OPD) pada tahun anggaran 2024. Jumlah itu terbagi ke dalam 13.200 paket.

Sekda Bantul Agus Budiraharja merinci, jumlah paket tersebut terdiri dari 10.933 paket yang dilaksanakan melalui penyedia dengan nilai Rp 725,9 miliar.

Lalu, 2.267 paket yang dilaksanakan secara swakelola dengan nilai Rp 470,72 miliar.

"Dari jumlah tersebut yang dilaksanakan dengan metode pengadaan langsung berjumlah 9.426 paket, kemudian e-purchasing 942 paket, tender 176 paket dan seleksi 10 paket," katanya di sela acara Pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2024 di Pendopo Parasamya Bantul, Rabu (31/1).

Ia menyatakan, Pemkab Bantul segera memulai pembangunan daerah yang telah direncanakan semua organisasi OPD di lingkungan pemerintahan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

"Ini adalah dimulainya pengadaan secara simbolis meskipun beberapa kegiatan sudah berjalan. Juga menjadikan momentum bahwa kegiatan pembangunan di Kabupaten Bantul segera dimulai," ucapnya.

Agus berharap, nilai pembangunan yang telah menjadi program dan kegiatan di Bantul pada tahun 2024 bisa menggerakkan perekonomian di Bantul.

Juga, perekonomian yang telah berjalan bisa semakin terakselerasi.

Dengan dimulainya pengadaan barang dan jasa, semua lembaga usaha, UMKM, koperasi dan pengelola jasa usaha yang lain diharapkan bisa melakukan pergerakan.

“Karena kemudian bisa bersama-sama melaksanakan pembangunan di Bantul dengan nilai hampir Rp1,2 triliun," imbuhnya.

Mantan kepala Dinas Kesehatan Bantul ini mengungkapkan, untuk nilai anggaran tahun 2024 ini lebih tinggi dari 2023 lalu.

Di mana, pada 2023 hanya mencapai Rp 1,1 triliun.

Adapun pengadaan terbanyak di tahun ini masih di sektor infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Begitu juga dengan sektor pendidikan dan kesehatan masih jadi prioritas kami,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Aris Suharyanta mengungkapkan, dinasnya mengerjakan 190 paket pembangunan dengan nilai Rp 129 miliar pada tahun 2024.

Paket tersebut diprioritaskan untuk pembangunan dan pemeliharaan 83 jalan desa dan kabupaten.

Selain itu untuk pembangunan jembatan, gorong-gorong, drainase dan pembangunan fisik lainnya. DPUPKP Bantul di tahun 2024 ini berencana memperbaiki dua jembatan.

Yakni, Jembatan Mriyan di Srigading dan Jembatan Bantulan di Sorobayan.

“Kalau proyek pembangunan gedung tahun ini tidak ada. Karena anggaran yang kami ajukan banyak mendapatkan revisi, refocusing,” jelas Aris. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#OPD #Bantul #pengadaan barang dan jasa